Qiyamul Lail di Masjid Al-Akbar Surabaya Jadi Momen Refleksi 15.000 Jemaah

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Malam pertama Qiyamul Lail jadi momen refleksi 15.000 jemaah Masjid Al-Akbar Surabaya di Bulan Suci Ramadan. Lantaran jemaah tidak hanya salat, tapi juga bermusahabah.

Di bawah lampu yang redup, jemaah Salat Tahajud, salat tasbih dan salat hajat. Sebelum memulai salat mereka berzikir dan membaca Al-Qur’an di malam ke 21 Ramadan.

“Jadi diawali dengan muhasabah lebih dulu, ada ceramah dan zikir untuk mengendapkan pikiran,” kata Helmy Noor Humas Masjid Al-Akbar Surabaya ketika ditemui suarasurabaya.net, Rabu (11/3/2026) dinihari.

Qiyamul lail di Masjid Al-Akbar dimulai pada 11 Maret 2026 sampai 20 Maret 2026.

“Mulai salat pukul 01.30 Ada Salat Tahajud 4 rakaat 2 salam, kemudian ada salat tasbih 4 rakaat 2 salam, kemudian diakhiri dengan Salat Hajat. Insyaallah jam 3 pagi selesai,” katanya.

Berdasarkan pantauan suarasurabaya.net, ada banyak jemaah yang i’tikaf di masjid sejak selesai tarawih. Bahkan ada yang jemaah yang tinggal berzikir di masjid dari sebelum berbuka puasa. Namun masjid mulai dipadati jemaah pada pukul 12.00 WIB.

Dua pemuda mengisi Qiyamul Lail dengan mengaji membaca Al-Quran di Masjid Al-Akbar Surabaya, Rabu (11/3/2026). Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

 

Malam Ganjil Ramadan Jadi Ladang Pahala Bagi Jemaah

Totok Herdijanto warga Sidoarjo mengaku selama sepuluh tahun terakhir selalu mengikuti Qiyamul Lail di Masjid Al-Akbar Surabaya. Katanya ibadah dilakukan untuk menambah amalan dan pahala selama Bulan Suci Ramadan.

“Mudah-mudahan kita ini salat di sini menginginkan yang lebih baik untuk kita, diri kita, keluarga kita, dan untuk negara kita,” ujarnya.

Totok memilih i’tikaf di Masjid Al-Akbar karena tempatnya yang nyaman dan teratur. Totok dan istrinya datang ke masjid sekitar jam 10.30 malam, Selasa (10/3/2026).

Berbeda dengan Totok, Ratih Setyowati justru i’tikaf di masjid dari sebelum berbuka puasa, yaitu sekitar jam 16.00 WIB pada Selasa (10/3/2026).

“Saya meyakini Lailatul Qadar itu terhitung dari sebelum matahari terbenam sampai nanti sebelum terbit matahari,” katanya.(lea)

Ratih mengaku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan satu tahun sekali ini.

“Setahun sekali tidak setiap malam kita bisa mendapatkan. Jadi kita hanya ikhtiar. untuk mendapatkan itu (pahala). Ya hanya Allah kan yang mau memberi,” ujarnya. (lea/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Senyum Panglima TNI Saat Ditanya Siaga Satu Ada Hubungan dengan Ekskalasi Timur Tengah
• 13 jam laludisway.id
thumb
Hasil Liga Champions: Penalti Yamal Buyarkan Kemenangan Newcastle
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
OTT Bupati Rejang Lebong, KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Kasus Korupsi PDNS, Eks Dirjen Aptika Kominfo Divonis Enam Tahun Penjara
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Story Terakhir Intan Larasita Istri Bupati Rejang Lebong yang Kena OTT KPK, Unggah Foto Masakan Ini
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.