Direktorat keamanan siber Israel mengatakan telah mengidentifikasi puluhan pelanggaran Iran terhadap kamera keamanan untuk tujuan spionase sejak dimulainya perang di Timur Tengah. Israel mendesak masyarakat untuk waspada.
"Direktorat sedang berupaya untuk memperingatkan ratusan pemilik kamera dan menyerukan kepada masyarakat untuk mengubah kata sandi dan memperbarui perangkat lunak mereka untuk mencegah risiko keamanan apa pun, baik nasional maupun pribadi," tulis Cyber Israel dilansir AFP, Rabu (11/3/2026).
Serangan siber antara Iran dan Israel telah sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir, karena kedua musuh tersebut melakukan perang bayangan yang memuncak dalam konflik terbuka pada Juni lalu dan sekali lagi pada 28 Februari.
Pada Desember 2025, mantan perdana menteri Israel Naftali Bennett--yang akan mencalonkan diri melawan perdana menteri petahana Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum tahun ini--mengatakan bahwa ia telah menjadi korban serangan siber yang menargetkan akun Telegram-nya, setelah peretas mengklaim telah membobol ponselnya.
Pesan pribadi, video, dan foto yang diduga diambil dari ponsel Bennett dipublikasikan di situs peretas yang dinamai 'Handala', karakter yang melambangkan perjuangan Palestina, dan di akun X terkait.
Peretas yang terkait dengan Iran telah meningkatkan operasi mereka di wilayah tersebut sejak serangan dimulai di negara itu, kata seorang ahli kepada AFP.
(rfs/rfs)





