JAKARTA, KOMPAS.com - Tokoh agama dan ahli tafsir (mufassir), Quraish Shihab, menyampaikan bahwa keadilan dan kedamaian di Indonesia akan tercapai bila menerapkan supremasi hukum, seperti yang dilakukan oleh sahabat Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq.
"Bapak Presiden, kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai. Niat Bapak untuk memberantas korupsi dapat dilakukan dengan adil melalui pemahaman Sayyidina Abu Bakar," kata Quraish Shihab.
Quraish Shihab berbicara dalam acara Nuzulul Qur'an tingkat kenegaraan tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Baca juga: Quraish Shihab Doakan Prabowo, Singgung Kekuasaan Bersumber dari Tuhan
Mulanya, ia menjelaskan tentang definisi keadilan. Keadilan dapat dimaknai dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Dia memberikan contoh soal definisi "keadilan untuk yang kuat" yang dikritisi Plato, filsuf Yunani kuno.
"Dan ada lagi satu ketika Plato berdiskusi dengan filsuf-filsuf pada masanya, ada yang memberi definisi keadilan, katanya, 'Keadilan adalah keberpihakan kepada yang kuat'," kata Quraish Shihab dalam momen itu, Selasa malam.
Baca juga: Quraish Shihab Beberkan Kesempurnaan Isi Al-Quran di Momen Nuzulul Quran
Quraish Shihab menyatakan, sebagian ulama Islam setuju bila arti kata 'keberpihakan kepada yang kuat' dikaitkan dengan sambutan Khalifah ke-1 Abu Bakar Ash-Shiddiq saat dilantik untuk memimpin umat Islam.
Saat itu, Abu Bakar menyatakan bahwa dirinya bukan orang yang terbaik di antara manusia. Ia meminta bantuan jika dirinya benar, namun meminta diluruskan jika dirinya salah.
"Baru (setelah itu) dia katakan, 'Yang kuat di antara kamu, lemah di sisiku, sampai aku mencabut hak orang lain yang diambilnya. Yang lemah, kuat di sisiku, sampai aku mengembalikan haknya kepadanya yang diambil oleh yang kamu namai kuat'," ucap Quraish mencontohkan ucapan Abu Bakar.
Baca juga: Quraish Shihab hingga Menag Datang ke Istana Jelang Nuzulul Quran
Ucapan itu memiliki makna yang mendalam.
Pidato Abu Bakar bermakna komitmen seorang pemimpin untuk menegakkan keadilan sosial dan kesetaraan hukum tanpa pandang bulu.
Orang lemah secara fisik maupun sosial akan dilindungi hingga hak mereka terpenuhi, sedangkan orang kuat dan berkuasa akan ditindak jika berbuat zhalim.
Menurut Quraish Shihab, kedamaian akan tercapai jika komitmen keadilan sosial dan kesetaraan hukum diterapkan seperti zaman Abu Bakar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang