Iran Mulai Meletakkan Ranjau di Selat Hormuz

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Iran telah mulai memasang ranjau di Selat Hormuz, titik strategis energi terpenting yang mengangkut sekitar seperlima dari seluruh minyak mentah di dunia.

Sumber CNN yang familiar dengan laporan intelijen Amerika Serikat (AS) menyatakan penempatan ranjau belum dilakukan secara luas, dengan hanya beberapa lusin ranjau yang telah dipasang dalam beberapa hari terakhir. Namun, Iran masih memiliki lebih dari 80% hingga 90% dari kapal-kapal kecil dan kapal penebar ranjau miliknya, sehingga pasukannya secara teoritis dapat menebar ratusan ranjau di perairan tersebut.

CNN melaporkan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang kini secara efektif mengendalikan Selat Hormuz bersama angkatan laut tradisional Iran, memiliki kemampuan untuk meluncurkan “gauntlet” berupa kapal penebar ranjau, kapal bermuatan bahan peledak, dan baterai rudal berbasis darat.

IRGC sebelumnya memperingatkan setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz akan diserang, dan selat tersebut secara efektif telah ditutup sejak dimulainya perang. Kondisi selat tersebut digambarkan kepada CNN sebagai “lembah kematian” mengingat risiko yang terlibat dalam melintasinya.

Pejabat AS mengatakan Angkatan Laut AS tidak mengawal kapal apa pun melalui selat tersebut. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan opsi untuk mengawal kapal-kapal tanker yang akan melewati Selat Hormuz.

“Jika Iran telah menempatkan ranjau di Selat Hormuz, dan kami tidak menerima laporan tentang hal itu, kami ingin ranjau tersebut segera dihilangkan, SEKARANG JUGA!” kata Trump dalam unggahannya di akun Truth Social, pada Selasa (10/3), seperti dikutip CNN.

AS Klaim Telah Hilangkan Kapal Penebar Ranjau Iran

Trump menyatakan Iran akan menerima konsekuensi militer di level yang belum pernah terjadi sebelumnya jika mereka tetap memasang dan tidak segera menghilangkan ranjau-ranjau tersebut. Di sisi lain, jika Iran menghilangkan ranjau yang mungkin telah dipasang, Trump menyebutnya sebagai langkah besar ke arah yang benar.

“Atas perintah Presiden Trump, @CENTCOM telah menghilangkan kapal penebar ranjau yang tidak aktif di Selat Hormuz—menghancurkannya dengan presisi yang kejam. Kami tidak akan membiarkan teroris menahan Selat Hormuz sebagai sandera. Kepada rezim Iran yang melemah: Anda secara resmi telah diberi peringatan!” kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam unggahannya di X, Selasa (10/3).

Dalam konferensi pers, Senin (9/3) lalu, Trump mengatakan Selat Hormuz akan tetap aman. "Kami memiliki banyak kapal perang di sana. Kami memiliki peralatan terbaik di dunia untuk memeriksa ranjau.”

Menurut laporan CNN, hampir 15 juta barel per hari (bpd) produksi minyak mentah, ditambah 4,5 juta bpd bahan bakar olahan, terperangkap di Teluk. Produsen minyak OPEC, seperti Irak dan Kuwait tidak memiliki alternatif selain mengirim minyak melalui Selat Hormuz.

Negara-negara maju yang tergabung dalam Kelompok G7 telah memberi sinyal bahwa mereka dapat mempertimbangkan untuk melepaskan lebih banyak cadangan minyak guna mencoba mengatasi kekurangan pasokan.

Ketidakpastian seputar kemampuan untuk mengangkut minyak melalui jalur air tersebut tampaknya menyebabkan volatilitas yang parah di pasar minyak mentah pada Selasa (10/3). Harga minyak mentah per barel berfluktuasi antara lebih dari US$ 90 dan kurang dari US$ 80 dalam serangkaian lonjakan dan penurunan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Grup Saratoga (MPMX) Berpotensi Raup Cuan Mobil Bekas Jelang Lebaran
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Ini 3 Hakim dari MA Calon Pengganti Hakim MK Anwar Usman
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo: Kepemimpinan Itu Takdir, Kekuasaan Bersumber dari Tuhan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
‘Serang Saya Saja, Jangan Serang Keluarga’ Tangis Aditya Triantoro Founder Nussa Rara Pecah Imbas Isu Perselingkuhan 
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Tegaskan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.