Tegaskan Perang Melawan Perusak Ekonomi, Presiden Prabowo di Hadapan Ulama: Saya Mohon Doa dan Dukungan

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Di hadapan para kiai, ulama, dan tokoh lintas ormas Islam, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan mendalam mengenai tantangan bangsa Indonesia ke depan. 

Dalam peringatan Nuzulul Qur'an tingkat nasional di Istana Negara, Selasa malam (10/3), Presiden secara khusus memohon dukungan spiritual agar pemerintahannya mampu menjaga kepentingan rakyat dan memberantas segala bentuk kemungkaran.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa tugas besar seperti menyejahterakan rakyat, menyapu bersih korupsi, serta menjaga perdamaian nasional mustahil dilakukan tanpa persatuan dan doa dari para pemuka agama.

"Mari kita bersatu, mari kita bekerja keras, mari kita amankan dan selamatkan seluruh rakyat kita. Saya mohon doa terus, saya mohon dukungan, kita akan berhasil, kita akan unggul, kita akan mengatasi semua kesulitan. Kita akan memberantas mereka-mereka yang selama ini merusak perekonomian kita. Kita akan berantas mereka, kita akan hadapi mereka, dan kita akan menjalankan, kita akan tegakkan kebenaran dan keadilan," tegas Presiden Prabowo.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat negara serta tokoh-tokoh Muslim terkemuka. Salah satunya adalah cendekiawan Muslim kenamaan, Prof. Muhammad Quraish Shihab, yang hadir sebagai penceramah.

Prabowo mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran para ulama yang dinilainya memberikan kekuatan moral tambahan bagi dirinya dalam memimpin negara.

"Saya bersyukur, saya berterima kasih pada malam yang baik ini, saya terus diberi pelajaran, diberi peringatan, diberi tambahan semangat. Saya berterima kasih atas penceramah yang bersedia hadir dan terus memberi kepada saya pencerahan akan tugas-tugas saya. Saya berterima kasih kepada para ulama, para ustadz, para pemimpin masyarakat," ungkapnya.

Suasana semakin khidmat saat Prof. Quraish Shihab menyampaikan ceramahnya. 

Mantan Menteri Agama tersebut membawakan sebuah doa yang sarat makna, yang ia sadur dari gurunya, Syekh Mutawali Sya'rawi, untuk dihadiahkan kepada Presiden Prabowo.

"Saya ingin berdoa. Yang pertama buat Bapak Presiden. Pak, saya punya guru, Pak. Namanya Syekh Mutawali Sya'rawi. Beliau pernah berdoa pada Presiden Mesir," ujar Quraish.

"Doanya dimulai dengan kalimat; Kekuasaan bersumber dari Tuhan. Tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan, baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun penguasa itu durhaka. Semua kekuasaan bersumber dari Tuhan. Baru beliau berkata -- dan ini yang saya ingin doakan buat Bapak. Katanya: Saya tidak tahu, boleh jadi, kita tidak akan bertemu lagi. Saya hanya bisa berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami, rakyat -- dalam arti Tuhan menakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat -- maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak," tutur Prof. Quraish.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ternyata Kata "Mudik" Itu Singkatan, Ini Kepanjangan dan Artinya
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Detik-Detik Rudal Iran Gempur Tel Aviv, Sirene Serangan Udara Bergema | KOMPAS MALAM
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Polri Resmikan Gedung Pusat Studi Profesor Raden Soepomo
• 18 jam laludetik.com
thumb
Peran Kerja Bergeser, Ini Alasan Reskilling Penting bagi Karier Profesional
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Gunung Tambora Berstatus Waspada, Aktivitas Vulkanik Meningkat
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.