Hari dengan Panas Ekstrem Meningkat Dua Kali Lipat dalam 75 Tahun

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Jumlah hari dengan suhu panas ekstrem yang menghambat aktivitas harian masyarakat tercatat meningkat dua kali lipat secara global dalam 75 tahun terakhir, menurut riset terbaru.

Mengutip Bloomberg, studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Environmental Research: Health tersebut mengungkap bahwa sejumlah aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau kegiatan ringan di luar ruangan menjadi lebih berisiko karena suhu panas yang makin tinggi.

Penelitian menyebutkan bahwa kelompok berusia 65 tahun ke atas rata-rata mengalami suhu panas berdurasi sebulan dalam setahun yang mencegah mereka melakukan aktivitas rutin.

Sejumlah wilayah di Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Utara bahkan dinilai makin sulit dihuni oleh kelompok lanjut usia akibat meningkatnya suhu ekstrem.

Dampak tersebut juga dirasakan kelompok usia lebih muda. Orang dewasa muda kehilangan sekitar 50 jam aktivitas setiap tahun karena panas terkait perubahan iklim telah membatasi kegiatan mereka di luar ruangan.

Secara keseluruhan, lebih dari sepertiga populasi dunia tinggal di wilayah yang suhu panasnya telah secara signifikan memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Baca Juga

  • Bumi Makin Panas, Laju Pemanasan Global Lebih Cepat dalam 10 Tahun Terakhir
  • BMKG Perkirakan Indonesia Masuki Musim Kemarau Lebih Awal Tahun Ini
  • Program Swasembada Pangan Rawan Kerek Emisi Karbon dan Rusak Lingkungan, Apa Solusinya?

Penulis utama studi sekaligus ilmuwan iklim di organisasi lingkungan The Nature Conservancy, Luke Parsons, mengatakan panas ekstrem kini tidak hanya memengaruhi kemampuan manusia untuk bertahan hidup atau bekerja secara fisik berat.

“Panas ekstrem juga memengaruhi kemampuan kita melakukan aktivitas harian yang sederhana dan ringan,” ujarnya.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis data suhu dan kelembapan global sepanjang 1950–2024. Mereka juga menggunakan Human Development Index milik United Nations sebagai indikator kerentanan setiap negara terhadap kenaikan suhu.

Para peneliti kemudian mengembangkan model fisiologis untuk menilai batas suhu ketika manusia tidak lagi aman melakukan aktivitas di luar ruangan meski berada di tempat teduh.

Sebagai contoh, suhu panas di Qatar kini membuat lansia berisiko melakukan aktivitas rutin hingga sepertiga waktu dalam setahun. Bahkan kelompok usia 18–40 tahun di negara tersebut harus mengurangi aktivitas harian selama lebih dari 800 jam per tahun atau sekitar 10% dari total waktu mereka.

Di Amerika Serikat, kelompok lansia kehilangan sekitar 270 jam waktu yang sebelumnya dapat digunakan untuk aktivitas normal akibat risiko panas berlebih.

Adapun wilayah dengan peningkatan pembatasan aktivitas terbesar sejak 1995 mencakup kawasan selatan Amerika Serikat, Eropa, Amerika Selatan bagian selatan, Australia selatan, serta sejumlah wilayah di Asia dan Afrika.

Salah satu penulis studi sekaligus profesor di Arizona State University, Jennifer Vanos, mengatakan panas ekstrem juga berpotensi membahayakan pekerja dengan aktivitas fisik ringan, seperti pekerja restoran yang sering berjalan dalam waktu lama.

“Walau terlihat bukan aktivitas fisik berat, paparan panas yang berlangsung lama dapat menciptakan kondisi yang sangat berbahaya,” ujarnya.

Sementara itu, negara kaya seperti Uni Emirat Arab dan Qatar relatif memiliki akses pada pendingin ruangan, tetapi banyak tenaga kerja migran di sektor konstruksi dan pekerjaan luar ruangan tetap rentan terhadap paparan panas ekstrem.

Suhu global sendiri mencapai rekor tertinggi pada 2024, ketika pemanasan bumi untuk pertama kalinya melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius dalam rata-rata tahunan.

Parsons menilai hasil penelitian tersebut memberikan gambaran serius mengenai dampak dunia yang lebih panas.

“Studi ini menunjukkan gambaran suram tentang bagaimana kehidupan sehari-hari dapat berubah dalam dunia yang lebih hangat 1,5 derajat Celsius,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Pembunuhan di Bekasi: Rampok Targetkan Rumah Ermanto karena Paling Besar
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Pasang Target ke Rosan, Danantara Harus Setor USD 50 Miliar per Tahun
• 25 menit lalukumparan.com
thumb
Berharap Seribu Bulan di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan
• 45 menit lalukompas.id
thumb
Prabowo Peringatkan Keras Pembantunya yang Beri Laporan Palsu: Jangan Main-Main dengan Saya!
• 55 menit lalukompas.tv
thumb
Sikap Mojtaba Khamenei usai Menguasai Iran Jadi Sorotan, Dia Dinilai...
• 11 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.