Stok BBM Menipis Imbas Perang Iran, Thailand dan Vietnam Anjurkan Pekerja WFH

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –  Thailand dan Vietnam memberlakukan sejumlah langkah darurat, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia. Kedua negara mendorong pembatasan aktivitas pegawai dan penghematan energi di berbagai lini.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Selasa, mengumumkan langkah-langkah penghematan energi untuk instansi pemerintah dan perusahaan milik negara di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Baca Juga :
Iran Ancam 'Habisi' Donald Trump: Hati-hati, Jangan Sampai Anda yang Dilenyapkan
Jadi Incaran Iran, Kediaman PM Israel Benjamin Netanyahu Dijaga Ketat

Langkah penghematan yang dilakukan Thailand, termasuk penerapan kerja jarak jauh alias work from home (WFH) bagi pegawai negeri sipil di sana, dilakukan karena dampak dari kenaikan harga minyak itu dapat mengancam keamanan energi di negeri gajah putih itu.

"PM Thailand telah menginstruksikan instansi pemerintah dan perusahaan untuk segera menerapkan langkah-langkah yang memungkinkan karyawan bekerja dari rumah, ketika tugas mereka tidak berdampak terhadap penyediaan layanan publik," kata Wakil Juru Bicara Pemerintah Thailand Lalida Periswiwatana dalam konferensi pers di Gedung Pemerintah, Bangkok.

Seluruh perjalanan dinas luar negeri yang dibiayai Pemerintah Thailand untuk para pegawai, termasuk untuk tujuan pendidikan dan magang, telah ditangguhkan dan harus dilakukan di dalam negeri, tambah Periswiwatana.

Pemerintah Thailand sedang mengembangkan program penghematan energi lebih luas untuk periode mendatang, termasuk penutupan harian stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai pukul 22.00 hingga 06.00 waktu setempat.

"Timur Tengah adalah pemasok energi terbesar di dunia dan konflik yang sedang berlangsung di sana menyebabkan volatilitas harga minyak dan energi global secara konstan. Pemerintah pun menganggap penanganan krisis energi yang mengancam sebagai prioritas utama," kata juru bicara tersebut.

Pemerintah Thailand juga sedang meninjau proposal dari kementerian energi setempat untuk memperkenalkan langkah-langkah penghematan lebih ketat jika situasi semakin memburuk.

Permintaan rata-rata harian di Thailand untuk produk minyak saat ini mencapai sekitar 32,7 juta galon. Per tanggal 5 Maret, total cadangan minyak di Thailand tercatat sekitar 2,1 miliar galon, yang memerlukan sebagian besar minyak mentah impor, kata Periswiwatana.

Kementerian Energi Thailand pun mengusulkan beberapa langkah konservatif untuk gedung perkantoran publik, termasuk mengatur suhu pendingin udara pada 25-26 derajat Celcius, mendorong penggunaan pakaian lengan pendek daripada jas dan dasi kecuali pada acara resmi, serta mengurangi konsumsi listrik.

Baca Juga :
Cerita Menegangkan WNI di Iran: Setiap Hari Lihat Gempuran Rudal AS-Israel
Jurnalis Ini Bongkar Kondisi Mengenaskan Israel Usai Serangan Rudal Iran yang Jarang Terungkap
Trump Buka Peluang Negosiasi dengan Iran, Tapi Ragu Mojtaba Khamenei Mau Damai

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemkomdigi Hibahkan 45 Ha Lahan untuk 170 Ribu Rumah Rakyat
• 29 menit lalutvrinews.com
thumb
DPR RI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Menteri ESDM: Tak Ada Kenaikan Harga Pertalite Saat Puasa
• 19 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Zodiak Paling Ambisius dalam Hal Karier
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kebebasan Beragama di Indonesia Masih Jadi Tantangan, Ratusan Kasus Intoleransi Tercatat Sepanjang 2025
• 10 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.