Bisnis.com, JAKARTA - Perang Amerika-Israel vs Iran telah membuat Indonesia menjadi waspada terkait ketahanan pangan dan energi. Kini Presiden Prabowo aktif membuka ruang diskusi dan memanggil menteri-menteri untuk membahas hal-hal prioritas.
Dampak yang paling dirasakan oleh Indonesia terkait perang AS-Israel vs Iran adalah gangguan pasokan impor energi. Sebab, ada 2 kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz.
Bila kedua negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian tidak menghentikan perangnya, maka ini bisa memberikan dampak yang signifikan pada kondisi ketahanan energi Indonesia. Untuk mencegah hal itu terjadi, lantas Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan jajaran menteri terkait.
Baru-baru ini, Presiden RI Prabowo Subianto memanggil deretan menterinya seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Hambalang, Bogor. Prabowo mengecek progres swasembada baik pangan dan energi.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus mengamati perkembangan situasi pangan nasional dalam agenda kerja terbarunya.
Rapat Tertutup Bahas Situasi Amerika-Israel vs IranMenurut Prasetyo, Presiden Prabowo menjalani sejumlah kegiatan sejak Kamis (9/10/2025) hingga Jumat (10/10/2025), termasuk pertemuan tertutup dengan beberapa anggota Kabinet Merah Putih.
“Jadi kemarin seperti biasa rutin beliau [Prabowo] cek terus mengenai kondisi dan perkembangan pangan kita,” ujar Prasetyo usai menghadiri Musyawarah Nasional Perempuan Indonesia Raya 2025 bertema “Perempuan Indonesia Raya, Berdaya, Berjaya, Menuju Indonesia Emas 2045” di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Meski begitu, dia menambahkan pada Jumat (10/10/2025) pagi, Kepala negara juga menggelar agenda lain yang bersifat sensitif, sehingga belum dapat diungkapkan kepada publik.
“Hari ini tadi beliau pagi juga ada agenda, tapi karena agak sensitif jadi saya mohon izin untuk tidak bisa menyampaikan,” kata Prasetyo.
Saat dikonfirmasi apakah kegiatan tersebut diikuti sejumlah menteri, Prasetyo membenarkannya. “Iya, dengan beberapa menteri. Dan seharian ini juga ada agenda. Malam nanti juga beliau juga ada agenda,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Seskab Teddy juga menuliskan dalam akun Instagram bahwa Presiden Prabowo juga menggelar pertemuan untuk membahas kondisi pangan di Indonesia, khususnya menjelang Lebaran. "Untuk membahas langkah-langkah strategis nasional dan persiapan jelang hari raya," kata Teddy dalam akun Instagramnya.
Pertemuan strategis difokuskan pada dua agenda utama pemerintah, yaitu progres swasembada dan kesiapan Idulfitri.
Dalam swasembada, Prabowo dan menterinya berupaya mengevaluasi perkembangan program swasembada pangan dan swasembada energi serta minyak. Kemudian, dalam kesiapan Idulfitri, Prabowo dan menterinya memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Lebaran.
Selain memanggil Bahlil dan Amran, Prabowo Subianto pun memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto hingga Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) ke kediaman pribadinya di Hambalang. Pembahasan seputar isu strategis yang berada di dalam dan luar negeri.
Berikut 4 isu penting yang disinggung Prabowo di Hambalang:1. Prabowo membahas terkait perkembangan pembangunan 10 kampus baru terkait di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) serta pendidikan kedokteran.
2. Prabowo membahas terkait progres pengembangan beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar dapat meningkatkan peringkatnya di tingkat global serta semakin terbukanya kerjasama dengan universitas terkemuka di dunia.
3. Prabowo juga membahas terkait perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia.
4. Prabowo membahas terkait perkembangan mahasiswa asal Palestina yang disekolahkan di Unhan.
"Saat menjadi Menteri Pertahanan, sejak tahun 2022 Presiden Prabowo mengundang 20-40 anak-anak Palestina bersekolah di Indonesia, hingga sekarang mencapai hampir 200 mahasiswa-mahasiswi," kata Teddy.





