Harga BBM di Tiongkok Naik Empat Kali Berturut-turut Tahun Ini, Antrian Panjang Terjadi di SPBU

erabaru.net
10 jam lalu
Cover Berita

Menurut laporan New Tang Dynasty Television, seiring harga minyak internasional yang mendekati 120 dolar AS per barel, harga eceran bensin dan solar di Tiongkok  mengalami kenaikan besar. Ini juga merupakan kenaikan keempat berturut-turut harga BBM olahan sejak awal tahun ini. Pada 9 Maret 2026 malam, antrean panjang terlihat di berbagai SPBU di seluruh Tiongkok.

EtIndonesia. Perang di Iran menyebabkan lonjakan harga minyak. Untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun, harga minyak melampaui 100 dolar per barel. Pada 9 Maret, harga minyak internasional sempat melonjak hingga 119,50 dolar per barel, sementara minyak mentah berjangka New York juga menyentuh 119,48 dolar per barel. Meski kenaikan kemudian sedikit mereda, harga penutupan hari itu tetap melonjak sekitar 7%.

Seiring kenaikan harga minyak mentah internasional, harga BBM di Tiongkok daratan juga mengalami penyesuaian besar. Mulai 9 Maret pukul 24.00 , harga eceran bensin dan solar domestik masing-masing naik 695 yuan dan 670 yuan per ton.

Secara rata-rata nasional:

Sebagai contoh, jika mengisi penuh tangki 50 liter bensin RON 92, pengendara harus mengeluarkan sekitar 27,5 yuan lebih banyak, sehingga biaya perjalanan meningkat.

Ini merupakan kenaikan keempat berturut-turut harga BBM pada tahun 2026.

Menurut laporan media Tiongkok daratan, pada 9 Maret malam kalimat “92, isi penuh! 98, isi penuh!” menjadi ucapan yang paling sering terdengar di berbagai SPBU di Chengdu. Banyak SPBU di kota tersebut bahkan mengeluarkan pengumuman sebelumnya untuk mengingatkan pengendara agar memanfaatkan waktu terakhir sebelum harga naik.

Beberapa jam sebelum penyesuaian harga pukul 24.00, antrean panjang kendaraan terlihat di depan pompa bensin di berbagai SPBU.

Di sebuah SPBU Shell di Jalan Lingkar Kedua Chengdu, seorang warga bermarga Wang mengatakan bahwa setelah mengetahui kabar kenaikan harga BBM, kebetulan tangki mobilnya hampir kosong, sehingga ia sengaja datang untuk mengisi penuh agar bisa menghemat belasan yuan.

Seorang staf di SPBU China National Petroleum Corporation Wànnián di Chengdu mengatakan bahwa sejak sore hari jumlah kendaraan yang datang untuk mengisi BBM meningkat tajam. Arus pelanggan jauh lebih ramai dibanding hari biasa, karena banyak pengemudi mengetahui kenaikan harga minyak internasional cukup besar dan ingin mengisi penuh sebelum harga naik. Bahkan diperkirakan setelah pukul 20.00, ketika pembatasan kendaraan dicabut, jumlah kendaraan yang datang akan bertambah lebih banyak lagi.

Pada  9 Maret  pukul 20.00, di sebuah SPBU di wilayah utara Kunming, lebih dari sepuluh staf berseragam biru muda terlihat sibuk melayani kendaraan yang datang tanpa henti.

Pada malam yang sama, antrean panjang juga terjadi di SPBU Sinopec di Suzhou, di mana para pengemudi berbondong-bondong mengisi bahan bakar sebelum kenaikan harga yang berlaku setelah tengah malam.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa meskipun mengisi satu tangki penuh hanya bisa menghemat sekitar belasan yuan, banyak orang tetap datang. Ada pepatah yang menggambarkan situasi itu: “meskipun kecil seperti kaki nyamuk, tetap saja daging.” Pemandangan orang-orang yang bersama-sama berhemat ini mencerminkan kerasnya kehidupan sehari-hari.

Selain itu, antrean panjang juga terlihat di SPBU di kota-kota seperti Beijing, Shanghai, Hangzhou, dan Wuhan. Seorang warganet dari Hangzhou menulis bahwa malam itu ia harus mengantre sekitar setengah jam untuk mengisi BBM.

Seorang warga desa di Kabupaten Fangzheng, Harbin, Provinsi Heilongjiang, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa untuk bertani mereka perlu mengisi bahan bakar mesin pertanian. Namun demikian, orang yang datang ke SPBU terlalu banyak sehingga harus mengambil nomor antrian.

“Pada hari pertama ambil nomor antrean, baru hari kedua bisa mengisi BBM. Sekarang harga minyak naik setiap hari, benar-benar sulit. Di sini kami biasanya membawa drum untuk mengisi BBM. Dalam dua hari harga sudah naik 80 yuan,” katanya.

Seorang warga desa di Kabupaten Xixian County, Provinsi Henan, juga mengatakan:
“Di sini hampir tidak bisa mengantre untuk mengisi BBM. Pagi dan sore hari selalu banyak orang, antrean ada dua baris panjang. Kami benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi. Harga BBM naik lagi!”

Editor : Hong Yu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2.000 Jamaah Umrah Indonesia Tertahan Akibat Masalah Penerbangan
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kecelakaan Beruntun Terjadi di Tol JORR, Begini Kronologinya
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Video: OJK Bidik Pertumbuhan Kredit UMKM di 2026 Bisa 7%-9% (YoY)
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Momen Haru saat WNI dari Iran Tiba di Tanah Air: Alhamdulillah Bu!
• 14 jam laludisway.id
thumb
Fotonya Dimanipulasi AI Grok Secara Tak Pantas, Freya JKT48 Tegas Lapor Polisi
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.