Washington (ANTARA) - Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, pada Selasa (10/3) mengatakan sekitar 140 tentara Amerika Serikat (AS) terluka, termasuk delapan orang yang luka parah, sejak AS dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
"Sebagian besar dari luka-luka tersebut tergolong ringan, dan 108 personel militer telah kembali bertugas. Delapan personel lainnya masih tercatat mengalami luka parah dan sedang mendapatkan perawatan medis tingkat tertinggi," kata Parnell dalam sebuah pernyataan.
Sampai saat ini, tujuh personel militer AS tewas di Kuwait dan Arab Saudi di tengah perang yang sedang berlangsung antara AS-Israel dengan Iran.
Pada Senin (9/3), Presiden AS Donald Trump mengatakan tujuan AS di Iran sudah hampir sepenuhnya tercapai.
"Sebagian besar dari luka-luka tersebut tergolong ringan, dan 108 personel militer telah kembali bertugas. Delapan personel lainnya masih tercatat mengalami luka parah dan sedang mendapatkan perawatan medis tingkat tertinggi," kata Parnell dalam sebuah pernyataan.
Sampai saat ini, tujuh personel militer AS tewas di Kuwait dan Arab Saudi di tengah perang yang sedang berlangsung antara AS-Israel dengan Iran.
Pada Senin (9/3), Presiden AS Donald Trump mengatakan tujuan AS di Iran sudah hampir sepenuhnya tercapai.





