PGN Siapkan Belanja Modal USD353 Juta pada 2026, Fokus Perkuat Infrastruktur Gas

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Sub Holding Gas Pertamina, mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) sebesar USD353 juta pada tahun 2026, meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun 2025.
 
Alokasi ini ditujukan untuk memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi serta mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus mengoptimalkan peran gas bumi sebagai energi transisi.
 
Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyampaikan strategi perusahaan pada 2026 akan berfokus pada pertumbuhan yang terintegrasi, kredibel, dan berkelanjutan.

“Arah strategis PGN pada tahun 2026 difokuskan pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah secara selektif. Seluruhnya diimbangi dengan strategi keuangan yang disiplin serta komitmen penuh terhadap penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di setiap lini,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Maret 2026.
  Baca juga: Perkuat Infrastruktur Gas, Pendapatan PGN Tumbuh 5% Sepanjang 2025 Rincian alokasi capex dari hulu ke hilir Sebagai upaya menghadirkan energi yang lebih dekat dan andal bagi masyarakat serta pelanggan industri, PGN mengalokasikan CAPEX sebesar USD219 juta untuk pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi, baik pipeline maupun beyond pipeline seperti Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).
 
Beberapa proyek prioritas meliputi customer attachment, perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Sumatera dan Jawa, pembangunan Pipa Tegal-Cilacap dan perpanjangan Pipa Sei Mangkei, serta pengembangan terminal regasifikasi di Jawa Timur. Di sisi lain, PGN juga melanjutkan pengembangan low carbon business sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang, termasuk inisiatif biomethane.
 
Sementara itu, di sisi hulu (upstream), PGN mengalokasikan CAPEX sebesar USD134 juta untuk mengoptimalkan kinerja eksplorasi dan peningkatan oil and gas lifting. Program utama mencakup kegiatan pengeboran (drilling) di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken, perpanjangan kontrak kerja sama (KKKS) di WK Pangkah, serta pelaksanaan survei dan pemrosesan seismik 3D.
 
"Untuk memastikan pencapaian target kinerja operasional, kami memperkuat aspek HSSE dengan target Zero accident. Sementara untuk komitmen keberlanjutan, kami menargetkan pengurangan emisi sebesar 35.000 ton CO2 ekuivalen," tegas Arief.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demi Jaga Hukum Internasional, Puan Desak PBB Segera Bertindak Atasi Konflik AS-Israel Vs Iran
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Mayat Dalam Kontainer di Medan Ternyata Wanita: Tanpa Busana, Ada Lebam
• 1 menit lalukumparan.com
thumb
Disney Adventure Hadir di Asia Tenggara! Pilihan Liburan Kapal Pesiar Keluarga
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Api Membumbung Tinggi: Serangan Udara Israel ke Bandara Tehran Hancurkan 16 Pesawat Pasukan Quds Iran 
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
MTI Minta Pemerintah Agar Pemudik Bermotor Tak Bawa Anak
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.