Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.879 per Selasa, 10 Maret 2026. Posisi rupiah itu menguat 95 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.974 pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026.
Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 11 Maret 2026 hingga pukul 09.12 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.858 per dolar AS. Posisi itu menguat 5 poin atau 0,03 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.863 per dolar AS.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, cadangan devisa Indonesia dikhawatirkan semakin tergerus seiring pelemahan rupiah akibat tekanan global, terutama imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
"Posisi cadangan devisa Indonesia pada Februari 2026 pun sudah semakin menipis, hingga tersisa US$151,9 miliar. Jumlah itu kian susut dari posisi awal pada Januari 2026 sebesar US$154,6 miliar," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu, 11 Maret 2026.
- Pixabay/IqbalStock
Bank Indonesia (BI) mengakui cadangan devisa menyusut akibat langkah intervensi moneter yang dilakukan, ketika deretan sentimen sejak awal tahun menekan rupiah. Belum lagi, pembayaran utang luar negeri pemerintah turut mengurangi porsi cadangan devisa.
Namun, bank sentral memastikan kecukupan cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kemudian, kecukupannya berada di atas standar internasional yaitu sekitar 3 bulan impor.
BI menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depannya, sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai, serta aliran masuk modal asing.
Optismisme itu bersandar kepada persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.820-Rp 16.870," ujarnya.
Sebagai informasi, Presiden Rusia, Vladimir Putin, melakukan panggilan telepon dengan Donald Trump dan berbagi proposal yang bertujuan untuk penyelesaian cepat perang Iran, menurut seorang ajudan Kremlin, meredakan kekhawatiran tentang gangguan pasokan yang berkepanjangan.




