Mengenal BrahMos, Rudal Supersonik India yang Akan Digunakan TNI AL

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

TNI AL akan diperkuat arsenal baru. Instrumen perang ini disebut Rudal BrahMos, sebuah rudal jelajah supersonik buatan India yang dikembangkan dari rudal anti-kapal Rusia, P-800 Onyx.

Kementerian Pertahanan telah mengkonfirmasi akuisisi sistem rudal ini.

"Indonesia memang menjalin kerja sama dengan India dalam penguatan teknologi dan industri pertahanan, termasuk terkait sistem rudal BrahMos untuk mendukung kemampuan coastal defence," kata Karo Infohan Kemhan Birgjen Rico Ricardo Sirait, saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).

Namun, Rico tak menjelaskan kapan rudal ini akan diterima dan siap digunakan oleh TNI AL.

"Saat ini masih dalam tahap kontrak, dan untuk operasionalnya masih menunggu proses kedatangan sistemnya," kata Rico.

BrahMos sendiri adalah sebuah perusahaan korporasi dua negara, India-Rusia, yang mengembangkan rudal ini.

Lantas bagaimana spesifikasinya?

Rudal Multifungsi, Bisa Hajar Kapal atau Target Permukaan Lainnya

Dilansir dari situs resmi pabrikannya, BrahMos Aerospace, BrahMos merupakan rudal dengan tipe fire-forget. Jadi, setelah sasaran ditentukan, rudal ini akan bergerak secara otomatis menghajar target tanpa bantuan pemandu tambahan.

BrahMos juga membawa hulu ledak sebesar 200 kilogram. Namun, saat menghantam target, dampaknya bisa lebih besar karena ada energi kinetik besar dari kecepatan yang dihasilkan.

Rudal ini, diklaim punya kecepatan 3 kali lipat dari rudal jelajah sejenisnya, jangkauan 2,5-3 kali lebih jauh, dan punya energi kinetik 9 kali lebih besar dari rudal sejenis yang lain.

Rudal ini juga bisa diluncurkan dari darat, laut, bawah laut, atau dengan menggunakan alat peluncur truk (TLC).

Skema nya, rudal ini akan ditembakkan dari platform peluncur. Lalu, rudal akan mengatifkan dapur pacunya, berupa roket yang mendorongnya keluar. Setelah itu, roket ini akan terlepas, dan rudal akan menggunakan tenaga dari mesin ramjet.

Lalu, rudal akan terbang dengan ketinggian maksimum 15 km, dengan kecepatan supersonik, atau sekitar 1.235 km/jam. Pada jarak-jarak terakhir sesuai dengan flight path yang telah diatur, rudal akan turun serendah 5 meter, baru menghantam target.

Spesifikasi Umum

Kecepatan maksimum: Mach 2.8, sekitar 3.458 km/jam

Jarak maksimum: 290 km, dengan kecepatan supersonik

Ketinggian jelajah: 15 km

Ketinggian fase akhir: 5 meter

Hulu ledak: 200 kg


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
22 WNI Berhasil Dipulangkan dari Iran, Menlu: Evakuasi Lainnya Masih Berlangsung
• 23 jam laludisway.id
thumb
Sinergi Bersama Jurnalis, Polri Bagikan 1.500 Takjil ke Masyarakat di Jaksel
• 22 jam laludetik.com
thumb
Perang Iran Dirumorkan Usai, Harga Minyak longsor ke US$87 per Barel
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tren Edit Foto Pakai AI Makin Viral, Kominfo Makassar Ingatkan Soal Privasi
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Film “Marege: Awaiting Macassan” Diputar di Cinema Museum Makassar 12 Maret 2026
• 8 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.