Trump : Iran Sudah Lumpuh Total, Perang Akan Segera Berakhir

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Menurut laporan New Tang Dynasty Television, pada Senin (9 Maret), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam wawancara dengan CBS News bahwa perang kemungkinan akan segera berakhir.

Ketika ditanya tentang pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, Trump mengatakan: “Saya tidak punya apa pun untuk dikatakan kepadanya.” Ia juga menyatakan bahwa dirinya sudah memiliki kandidat dalam pikirannya untuk menggantikan Ali Khamenei.

Pada saat yang sama, Trump terus mendorong pengesahan “Save America Act” (Undang-Undang Menyelamatkan Amerika). Selain mewajibkan verifikasi identitas pemilih, rancangan undang-undang ini juga secara jelas melarang laki-laki mengikuti kompetisi olahraga perempuan. Trump bahkan menyatakan bahwa sebelum undang-undang tersebut disahkan, ia tidak akan menandatangani undang-undang lain.

Berikut laporan dari koresponden kami di Washington, Zhang Liang dan Ren Hao.

Trump: Perang Iran Akan Segera Berakhir, Sudah Ada Kandidat Pemimpin Iran

Pada Senin, Trump mengatakan kepada CBS bahwa kemajuan militer AS di Iran jauh melampaui perkiraan sebelumnya. Angkatan laut, angkatan udara, dan sistem komunikasi Iran disebut sudah lumpuh, sehingga perang kemungkinan akan segera berakhir.

“Kami melakukan operasi militer singkat, karena kami merasa harus melakukannya untuk menyingkirkan kekuatan jahat tertentu (rezim Iran). Dan saya pikir Anda akan melihat bahwa ini hanyalah operasi yang singkat. Militer kami luar biasa hebat,” katanya. 

Mengenai kemungkinan putra Khamenei menjadi pemimpin Iran, Trump mengatakan ia tidak memiliki pesan untuknya, tetapi ia sudah memiliki kandidat pemimpin baru Iran dalam pikirannya. Ia juga memperingatkan otoritas Iran agar tidak mencoba melakukan tipu muslihat, jika tidak mereka akan “bermain dengan api dan membakar diri sendiri.”

Mengenai Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, Trump mengatakan bahwa kapal-kapal sudah mulai kembali melintas. Ia juga mempertimbangkan mengendalikan jalur air strategis tersebut untuk memastikan keselamatan pelayaran.

Trump: Tidak Akan Menandatangani UU Lain Sebelum “Save America Act”

Koresponden New Tang Dynasty Television di Washington melaporkan bahwa Presiden Trump saat ini menjadikan Save America Act sebagai prioritas legislasi.

Menurut jajak pendapat terbaru:

Namun para legislator Demokrat menggunakan filibuster di Senat untuk menghambat proses legislasi.

Pada Senin, Trump secara khusus memposting penjelasan tentang isi undang-undang tersebut, yang mencakup:

Pada Minggu, Trump menyatakan:  “Sebagai presiden, sebelum undang-undang ‘Save America Act’ versi lengkap disahkan, saya tidak akan menandatangani undang-undang lainnya.”

Dewan Perwakilan Rakyat AS telah meloloskan rancangan undang-undang tersebut pada Februari. Namun di Senat, filibuster memerlukan 60 suara untuk dihentikan, sementara Partai Republik hanya memiliki 53 kursi, sehingga undang-undang tersebut sulit untuk maju.

Trump: Kuba Sedang Bernegosiasi dengan AS

Pada akhir pekan, Trump mengatakan bahwa setelah Amerika Serikat pada Januari memutus pasokan minyak dari Venezuela ke Cuba, pemerintah di Havana kini berada dalam posisi sulit dan sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Trump mengatakan:  “Mereka (pemerintah Kuba) tidak punya uang, tidak punya minyak. Ideologi mereka buruk. Rezim mereka juga buruk, dan sudah buruk sejak lama.”

Trump menilai bahwa mencapai kesepakatan dengan Kuba seharusnya tidak terlalu sulit.

Peluncuran Balap Indy untuk Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan AS

Pada Senin, Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum, Menteri Transportasi AS Sean Duffy, Kepala Protokol Monica Crowley, serta Wali Kota Washington, D.C., Muriel Bowser, meresmikan mobil balap IndyCar Series di National Mall sebagai bagian dari perayaan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.

Mobil balap dengan desain “Freedom 250 Grand Prix” tersebut akan berlomba di jalanan Washington pada 21–23 Agustus.

Doug Burgum mengatakan:  “Kami mengundang semua warga Amerika untuk datang mengunjungi ibu kota kami. Di sini kita akan merasa sangat bangga, karena belum pernah sebelumnya kota ini seaman dan seindah sekarang.”

Reporter NTD Television, Zhang Liang dan Ren Hao, melaporkan dari Washington, D.C., Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Perang Iran, Kim Jong-un Ungkap Betapa Senjata Nuklir Menjadi Kunci Keberlangsungan Rezim
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Breaking News! Terduga Pembunuh Aktivis Ermanto Usman Ditangkap di Cilincing
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo: Banyak Pemimpin Dunia Tidak Lancar Jaga Perdamaian
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Menag ajak umat perbanyak ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Masih Skuad Provisional, Eliano Reijnders Siap Kalahkan 30 Pesaing di Timnas Indonesia
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.