Utusan Khusus Trump Akui Belum Tahu Akhir Operasi Militer AS terhadap Iran di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

pantau.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, mengatakan dirinya belum memiliki gambaran jelas mengenai bagaimana operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran akan berakhir di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Witkoff dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa saat ditanya mengenai kemungkinan akhir dari operasi militer yang sedang berlangsung.

Steve Witkoff menjawab, "Saya tidak tahu, Sarah. Yang saya tahu, Presiden Donald Trump bukan sosok yang tepat untuk ditantang".

Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.

  • Serangan tersebut mencakup beberapa lokasi di ibu kota Iran, Teheran.
  • Serangan dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas.
  • Serangan tersebut juga menimbulkan korban sipil.
Iran Balas Serangan ke Israel dan Basis Militer AS

Setelah serangan tersebut, Iran membalas dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel.

Iran juga menyerang fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Pada awalnya Washington dan Tel Aviv menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan langkah pencegahan.

Kedua negara menilai langkah tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran.

Namun dalam perkembangan berikutnya, Amerika Serikat dan Israel juga menyatakan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan syahid pada hari pertama operasi militer tersebut.

Pemerintah Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Rusia Kutuk Serangan dan Desak Deeskalasi

Perkembangan konflik tersebut memicu reaksi dari sejumlah negara, termasuk Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.

Menurut Kremlin, tindakan tersebut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan yang sudah dipenuhi ketegangan.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Moskow mendesak semua pihak untuk segera melakukan deeskalasi dan menghentikan aksi permusuhan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skuter Honda 150cc Flat Floor Siap Hadir, Tampilan Mirip Vario 160 dan Aerox
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Truk Sebabkan Kecelakaan Beruntun di Bantang, Supir Tewas Terlindas
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Penjual Hijab Kebanjiran Order Jelang Lebaran, Omzet Naik 3x Lipat
• 19 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Misteri Kematian Pria di Bintaro: Ada Luka Tembak, Pistol 9 Mm dan Airsoft Gun Ditemukan di TKP
• 11 jam lalusuara.com
thumb
KPK Pastikan Wabup Rejang Lebong Hendri Bukan Tersangka Kasus OTT Suap Proyek
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.