BGN Stop Sementara Operasional 1.512 SPPG di Pulau Jawa

disway.id
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah II sebagai tindak lanjut dari evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional dan kelengkapan sarana prasarana.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penataan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar seluruh fasilitas operasional memenuhi standar kesehatan, sanitasi, serta tata kelola yang telah ditetapkan.

"Ada 1.512 SPPG kita hentikan sementara operasionalnya, ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional serta persyaratan sarana dan prasarana di sejumlah SPPG," ujar Dony di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

BACA JUGA:Ribut Harga BBM Naik Imbas Konflik Iran-Israel, Begini Hitung-Hitungan Bappisus

BACA JUGA:Dompet Dhuafa Gelar Ruang Temu, Cipta Nuansa Baru untuk Refleksi Diri Serta Menata Hati

Berdasarkan data evaluasi, jumlah 1.512 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya tersebar di beberapa provinsi di wilayah II, dengan rincian DKI Jakarta sebanyak 50 unit; Banten 62 unit; Jawa Barat (Jabar) 350 unit; Jawa Tengah (Jateng) 54 unit; Jawa Timur (Jatim) 788 unit; dan DI Yogyakarta 208 unit.

Kata Dony, penghentian sementara dilakukan karena beberapa SPPG belum memenuhi sejumlah persyaratan dasar operasional.

Salah satu temuan utama adalah belum terdaftarnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada banyak unit SPPG. 

Dari hasil evaluasi, tercatat 1.043 SPPG belum mendaftarkan sertifikat tersebut.

Selain itu, BGN juga menemukan 443 SPPG belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar. 

BACA JUGA:Momen Wapres Gibran Dampingi Presiden Prabowo di Peringatan Nuzulul Qur'an Tingkat Kenegaraan 1447 H

BACA JUGA:Hari Ini, Tampang Pembunuh Pensiunan JICT Ermanto Usman Bakal Ditampilkan ke Publik

Permasalahan lain yang ditemukan adalah belum tersedianya tempat tinggal (mess) bagi Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan di sejumlah unit layanan. Kondisi ini tercatat pada 175 SPPG, dengan rincian Banten 36; Yogyakarta 86; Jabar 24; Jateng 10; dan Jatim 19.

BGN juga akan melakukan pendampingan serta verifikasi terhadap unit-unit yang terdampak agar dapat segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

“Operasional SPPG yang dihentikan sementara akan dibuka kembali secara bertahap setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan telah dipenuhi," pungkas Dony.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BINUS Bagi-Bagi Emas! Mahasiswa Berprestasi Bisa Dapat 2 Gram dan Bebas DP3
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir Ditemukan Mengapung di Dam Sungai A. Yani Sumobito, Jombang
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak Dilirik Shin Tae-yong Meski Pernah Tawarkan Diri ke Timnas Indonesia, Nasib Eks Talenta West Ham United Ini Kini Miris
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Momen Mencekam di Depan Kediaman Wali Kota New York: Bom Dilempar ke Arah Kerumunan Demonstran
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Sidang Putusan Praperadilan Gus Yaqut Digelar di PN Jaksel Hari Ini
• 13 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.