EtIndonesia. Menurut laporan New Tang Dynasty Television, pada 7 Maret 2026 siang, terjadi bentrokan sengit antara kelompok pendukung Muslim dan kelompok anti-Muslim di luar kediaman resmi walikota New York City, Gracie Mansion.
Dua pria pendukung Muslim ditangkap karena melempar perangkat peledak rakitan, namun beruntung bahan peledak tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.
Reporter NTD melaporkan dari lokasi kejadian (NTD)Menurut keterangan New York City Police Department, sekitar pukul 12.30 siang pada 7 Maret, di persimpangan East 87th Street dan East End Avenue di Manhattan, dekat Gracie Mansion, sekitar 20 demonstran anti-Muslim dan sekitar 125 demonstran pendukung Muslim terlibat bentrokan fisik yang sengit.
Tak lama kemudian, seorang pria berusia 18 tahun menyalakan dan melempar dua benda yang diduga perangkat peledak rakitan, sehingga memicu kepanikan dan membuat orang-orang di lokasi berlarian. Untungnya, kedua benda tersebut padam sebelum meledak, sehingga tidak menimbulkan korban.
Pada pagi hari berikutnya, Wali Kota Zohran Mamdani mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan kejadian tersebut.
Wali Kota Zohran Mamdani menggelar konfrensi pers (tangkapan layar NTD)Demonstrasi anti-Muslim tersebut dipimpin oleh Jack Lang, seorang aktivis sayap kanan yang cukup aktif di internet. Ia datang untuk memprotes apa yang ia sebut sebagai “pengambilalihan New York oleh Islam” serta kegiatan doa publik umat Muslim.
Sementara kelompok yang mendukung Muslim bernama “New York City General Strike.”
Wali Kota Mamdani mengatakan: “Ini adalah aksi protes yang penuh kebencian, yang berakar pada supremasi kulit putih, dengan slogan ‘Hentikan Islam mengambil alih New York City’. Kita adalah masyarakat yang bebas, dan hak untuk melakukan protes secara damai adalah sesuatu yang sakral. Kota New York tidak akan menoleransi kekerasan, baik dari pihak demonstran maupun pihak yang menentang demonstrasi.”
Polisi menyatakan bahwa pria berusia 18 tahun bernama Emir Balat diduga menyalakan dan melempar granat rakitan pertama, sementara Ibrahim Kayumi, berusia 19 tahun, diduga memberikan granat tersebut kepadanya.
Keduanya saat ini telah ditahan oleh polisi. Selain itu, empat orang lainnya juga ditangkap karena terlibat dalam bentrokan kekerasan.
Dari arah lemparan bom tersebut, terlihat bahwa serangan kekerasan berasal dari pihak kelompok yang mendukung Muslim.
Kepala Kepolisian Kota New York Jessica Tisch mengatakan: “Analisis kami menunjukkan bahwa salah satu perangkat yang dilempar oleh tersangka mengandung triacetone triperoxide (TATP). Ini adalah bahan peledak rakitan yang sangat berbahaya dan sangat mudah menguap, yang pernah digunakan dalam berbagai serangan IED (improvised explosive device) di seluruh dunia.”
Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia dan Meng Yu.





