Saham Migas Menguat, RAJA-RATU Pimpin Kenaikan

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten minyak dan gas (migas) menguat pada Rabu (11/3/2026) seirint pelaku pasar masih mencermati volatilitas di pasar minyak dunia di tengah konflik Iran

Saham Migas Menguat, RAJA-RATU Pimpin Kenaikan. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham emiten minyak dan gas (migas) menguat pada Rabu (11/3/2026) seiring pelaku pasar masih mencermati volatilitas di pasar minyak dunia di tengah konflik Iran.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.21 WIB, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menguat 4,18 persen ke Rp3.740 per unit, diikuti anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) 6,57 persen.

Baca Juga:
IHSG Pagi Ini Dibuka Semringah ke 7.484

Kemudian, saham PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mendaki 6,30 persen, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) naik 1,90 persen, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 1,16 persen, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 0,80 persen.

Berbeda, PT Elnusa Tbk (ELSA) terkoreksi 1,24 persen dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) minus 0,89 persen.

Baca Juga:
Menanjak Lagi, Harga Emas Antam (ANTM) Kini Rp3.087.000 per Gram

Sementara itu, kontrak berjangka (futures) minyak bergerak beragam pada awal sesi perdagangan Asia, Rabu (11/3), setelah sebelumnya berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan.

Pada awal perdagangan, kontrak minyak mentah WTI turun sekitar 0,1 persen ke USD83,33 per barel, sementara kontrak Brent bulan terdekat naik 0,2 persen ke USD87,97 per barel.

Baca Juga:
Fit and Proper Test Dewan Komisioner OJK Digelar Hari Ini, Simak Jadwal Lengkapnya

Kedua kontrak minyak tersebut anjlok lebih dari 11 persen pada Selasa (10/3), menjadi penurunan harian terdalam sejak 2022, sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi perang dengan Iran dapat segera berakhir.

Pelaku pasar tampaknya masih mencermati usulan Badan Energi Internasional (IEA) untuk melakukan pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah guna menekan harga minyak mentah.

The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, mengutip pejabat yang mengetahui rencana tersebut, bahwa volume pelepasan cadangan kemungkinan melampaui 182 juta barel minyak yang sebelumnya dilepas negara-negara anggota IEA dalam dua tahap pada 2022.

Negara-negara anggota IEA dijadwalkan mengambil keputusan atas proposal tersebut pada Rabu. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK: Pembiayaan Kendaraan Listrik Naik 39,1% jadi Rp21,05 Triliun per Januari 2026
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Jelang Mudik Lebaran, AHY: Perbaikan Jalan Dikerjakan Pagi, Siang, Malam
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
MPR RI Goes to Campus, Eddy Soeparno Bahas Dilema Energi dan Krisis Iklim
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Keren! Desa Wunut Klaten bagi-bagi Rp585 juta untuk THR seluruh penduduk desa
• 21 jam lalubrilio.net
thumb
Aktif Lagi di DPR, Sahroni Janji Tak Akan Terima Gaji Sampai 2029
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.