- Ali Larijani secara tegas memperingatkan Donald Trump bahwa bangsa Iran tidak takut pada gertakan kosong, bahkan mengancam balik eksistensi sang presiden AS.
- Peringatan ini dipicu ancaman Trump di Truth Social yang akan menyerang Iran 20 kali lebih keras jika jalur pasokan minyak di Selat Hormuz berani ditutup.
- Perang terus berkecamuk sejak AS dan Israel membunuh Ayatollah Ali Khamenei pada Februari lalu, memicu aksi saling serang rudal secara masif.
Suara.com - Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Ali Larijani melontarkan peringatan keras kepada Donald Trump di tengah kecamuk perang.
Peringatan mematikan ini merupakan respons atas ancaman Militer Amerika Serikat terkait potensi penutupan jalur energi global di Selat Hormuz.
Konflik berdarah ini sendiri telah meletus sejak akhir Februari lalu pasca kejadian pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran tersebut menyatakan bahwa negaranya sama sekali tidak gentar menghadapi gertakan kosong dari Washington.
Melalui unggahan di akun X pribadinya pada hari Selasa, tokoh senior Teheran itu membalas langsung hasutan yang sebelumnya dilontarkan oleh sang presiden.
Ia menekankan bahwa keberanian bangsa Iran yang diilhami oleh ajaran Asyura tidak akan pernah tunduk pada ancaman apa pun.
“Bahkan mereka yang lebih hebat darimu pun gagal melenyapkan bangsa Iran,” tegas Larijani menanggapi cuitan pihak musuh.
"Berhati-hatilah agar dirimu sendiri tidak tersingkir!" Ditambah pejabat tinggi Iran tersebut memberikan peringatan tajam kepada kepala negara AS.
Komentar menohok ini muncul tak lama setelah sang presiden mengunggah ancaman mengerikan melalui platform Truth Social.
Baca Juga: Iran Ancam Bunuh Donald Trump: Kini Kamu Harus Hati-hati!
Dalam unggahannya, Trump mengancam akan menghantam Teheran dua puluh kali lebih keras jika mereka berani menghentikan aliran minyak dunia.
“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran Minyak di Selat Hormuz, mereka akan terkena serangan Amerika DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka terima sejauh ini. Selain itu, kami akan menghancurkan target-target yang mudah dihancurkan yang akan membuat Iran mustahil untuk dibangun kembali, sebagai sebuah Bangsa, lagi – Kematian, Api, dan Kemarahan akan menguasai mereka – Tapi saya berharap, dan berdoa, hal itu tidak terjadi!” klaimnya.
Eskalasi besar-besaran ini bermula ketika kondisi AS dan rezim Zionis melancarkan kampanye militer yang mematikan pada tanggal 28 Februari lalu.
Serangan gabungan tersebut dilukiskan oleh operasi pembunuhan terhadap sejumlah komandan senior militer, warga sipil, serta pemimpin spiritual tertinggi negara tersebut.
Sejak saat itu, rentetan gempuran udara yang intens terus membombardir berbagai lokasi militer maupun fasilitas sipil di seluruh penjuru negeri.
Agresi yang tiada henti ini telah menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa sekaligus menimbulkan kerusakan yang sangat luas pada infrastruktur vital.




