Ada 250 mahasiswa dan pelaku UMKM memadati aula gedung Rektorat Unesa, Selasa, 10 Maret 2026. Mereka mendapatkan sosialisasi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
SIAPA yang sudah mendaftar haji? Pertanyaan itu meluncur dari Fadlul Imansyah, kepala BPKH, kepada peserta Gerakan Nasional Edukasi dan Literasi (Generasi) yang digelar Disway di kampus Unesa. Diskusi itu dipandu oleh Founder Harian Disway Dahlan Iskan.
Cukup banyak peserta yang tunjuk jari. Lalu mereka menyampaikan jadwal keberangkatannya. Ada yang berangkat 2040. Bahkan ada yang berangkat 2052.
”Saat ini, ada 5,5 juta orang yang mengantre untuk berangkat haji. Padahal kuota haji Indonesia hanya 221 ribu,” ujar Fadlul.
Salah satu fungsi BPKH, kata Fadul, membuat biaya haji lebih rasional dan efisien. Agar biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tidak terlalu memberatkan jamah. Misalnya, biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2026 ditetapkan sekitar Rp 87 juta. BPKH memberikan nilai manfaat sekitar Rp 33 juta. Sehingga jamaah hanya perlu melumasi Bipih sekitar Rp 54 juta.
BPKH, kata Fadlul, mengelola uang jamaah hingga Rp 180 triliun. Uang itu diinvestasikan ke berbagai instrumen. Antara lain surat berharga syariah negara (SBSN), deposito di bank syariah, dan investasi saham di Bank Muamalat.
”Dari investasi itu kami menghasilkan Rp 12 triliun setahun,” katanya.
Hasil investasi itu nilai manfaatnya dikembalikan kepada jamaah. ”Presiden Prabowo ingin biaya haji bisa terus diturunkan agar tidak memberatkan jamaah,” ujarnya.
Sebagai gambaran, tahun 2024 BPIH mencapai Rp 93 juta. Pada 2025, bisa diturunkan menjadi Rp 89 juta. Lalu pada musim haji 2026 turun lagi menjadi Rp 87 juta.
Selain itu, BPKH juga membuat anak usaha bernama BPKH limited. Lembaga itu akan menangani suplai kebutuhan jamaah haji dan umrah di tanah suci.
Selama ini, dari jamaah haji saja, Indonesia memberikan kontribusi Rp 18 trilun setiap tahun ke Arab Saudi. Belum lagi ditambah kontribusi jamaah umrah yang mencapai Rp 60 triliun setahun.
”Tentu kita berkepentingan agar uang sebanyak itu ada manfaatnya untuk pengusaha Indonesia,” jelasnya.
Kepala Kantor Perwakilan LPS II Bambang S Hidayat pada kesempatan itu memberikan materi terkait literasi keuangan. Utamanya dalam perencanaan dan pengelolaan uang demi keamanan di masa depan.
Bambang pun mengajak peserta untuk menjalani laku frugal living atau konsep hidup hemat. Caranya dengan selektif dalam membeli sesuatu dan tak boros dalam membelanjakan uang.
Ada banyak konsep pengelolaan keuangan. Bambang pun memberikan salah satu contohnya. Yakni metode Kakeibo. Strategi pencatatan keuangan manual yang dikenal di Jepang.
- 1
- 2
- »





