REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pebulu tangkis muda Syafiqa Aliya memastikan program latihan selama bulan Ramadhan di klubnya, Gideon Badminton Academy (GBA), tetap berjalan seperti biasa. Para atlet muda menjalani tiga sesi setiap hari. Namun, bagi atlet yang menjalankan ibadah puasa diberikan penyesuaian agar tetap mampu menjaga kondisi fisik.
Pemain berusia 18 tahun yang telah memperkuat klub yang berada di kawasan Ciangsana, Bogor, Jawa Barat ini sejak 2022 tersebut. Ia mengatakan, porsi latihan tidak berubah secara signifikan.
Baca Juga
Marcus Gideon Soroti Hasil All England 2026: Puji Raymond/Joaquin, Nilai Kim/Seo Sulit Dikalahkan
Gideon Badminton Academy Kembalikan Biaya Latihan Atlet yang Tembus Pelatnas Cipayung, Ini Alasannya
Ayahanda Marcus Gideon Tutup Usia, Ketum KBI Kenang Kurniahu Pekerja Keras dalam Senyap
“Latihan tetap tiga kali sehari (pagi, siang dan sore hari), tapi buat yang puasa porsinya dikurangi sedikit,” kata Syafiqa ketika berbincang dengan Republika.co.id, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan sesi latihan pagi biasanya diisi dengan stroke drill, kemudian siang fokus pada latihan fisik, dan sore hari diakhiri dengan drill smash. Meski tetap menjalani rangkaian latihan yang sama, beberapa latihan seperti lari, stroke, kelincahan, hingga gym dikurangi sekitar setengah dari biasanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Bagi Syafiqa, tantangan terbesar saat berpuasa justru datang dari rasa haus dan lapar ketika menjalani latihan pagi.
“Kadang terasa sekali, apalagi menjelang siang. Kalau sudah batal, badan terasa lemas, biasanya sekitar jam 10 pagi,” ujarnya.