AHY: 47.000 Km Jalan Nasional & 3.115 Km Tol Disiagakan untuk Mudik Lebaran 2026

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memaparkan kesiapan infrastruktur nasional menjelang arus mudik Idul Fitri 2026, termasuk kondisi jalan nasional, jalan tol, serta sistem transportasi darat, laut, dan udara.

Paparan tersebut disampaikan AHY dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan persiapan mudik Lebaran di Situation Room, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2026).

AHY menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus menjaga kondisi jalan nasional non-tol yang memiliki panjang lebih dari 47.000 kilometer di seluruh Indonesia.

“Terkait dengan jalan nasional yang non-tol—saya ulangi yang sifatnya non-tol—ini kita laporkan ada 47.000 lebih kilometer yang harus terus kita preservasi,” ucapnya dalam forum tersebut.

Menurutnya, tingkat kemantapan jalan nasional non-tol saat ini mencapai sekitar 93,2 persen, yang mencakup wilayah Jawa-Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

“Kondisinya beragam, tetapi secara umum jalan nasional non-tol dalam kondisi siap dan mantap untuk menghadapi arus mudik,” kata AHY.

Baca Juga

  • Daftar Tarif Tol Trans Jawa 2026 Setelah Diskon 30% untuk Kendaraan Golongan I
  • Tol Palembang-Betung Dibuka Fungsional 13-29 Maret 2026
  • Awas Macet! Puncak Arus Mudik di Tol Trans Jawa Diprediksi 18 Maret

Kendati demikian, pemerintah tetap melakukan perbaikan terhadap sejumlah ruas yang mengalami kerusakan, terutama melalui tim khusus dari Kementerian Pekerjaan Umum.

 

Siaga Tim Perbaikan Jalan dan Titik Rawan Bencana

Untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan, pemerintah menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) yang bertugas mengerahkan alat berat dan material guna memperbaiki atau menambal jalan berlubang secara cepat.

AHY mengungkapkan terdapat sejumlah titik rawan bencana yang perlu diantisipasi selama musim mudik, antara lain 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor dan 15 titik rawan banjir rob.  

Secara keseluruhan, pemerintah telah menyiapkan 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) yang dilengkapi dengan peralatan berat dan material untuk penanganan darurat di berbagai wilayah.

“DRU ini tugasnya adalah secara cepat menggelar alat-alat berat dengan material yang digunakan untuk segera menutup—saya ulangi—memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang berlubang agar bisa segera digunakan dan tidak terlalu menghambat perjalanan. Ini sudah diantisipasi: ada beberapa titik rawan bencana, katanya.

 

3.115 Km Jalan Tol dan 10 Tol Fungsional 

AHY juga melaporkan bahwa saat ini terdapat 3.115 kilometer jalan tol yang beroperasi di seluruh Indonesia, dengan total 76 ruas tol yang siap melayani arus mudik.

Pemerintah juga menaruh perhatian pada fasilitas pendukung seperti rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), yang terbagi dalam tiga kategori mulai dari TIP A yang dilengkapi SPBU. Kemudian, TIP B dengan tanpa SPBU dan TIP C yang bersifat modular atau sementara saat periode mudik 

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan stasiun pengisian kendaraan listrik untuk mengakomodasi meningkatnya penggunaan mobil listrik oleh masyarakat.

Pada periode mudik Lebaran tahun ini, pemerintah juga menyiapkan 10 ruas tol fungsional yang dapat digunakan sementara untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

Tol fungsional tersebut terdiri dari 3 ruas di Sumatra, 6 ruas di Jawa dan 1 ruas di Kalimantan. Beberapa ruas yang disiapkan antara lain Tol Indralaya–Bengkulu, Tol Probolinggo–Banyuwangi, serta sejumlah ruas baru di wilayah Jawa seperti Jakarta–Cikampek II Selatan dan Cimanggis–Cibitung.

 

Transportasi Darat hingga Udara Disiagakan

Dari sisi transportasi darat, AHY menekankan bahwa pemerintah menyiapkan lebih dari 31.000 unit bus dengan kapasitas sekitar 1,2 juta tempat duduk, serta dukungan 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B.

Untuk transportasi laut, pemerintah menyiapkan 829 kapal dengan kapasitas sekitar 3,26 juta penumpang, yang dilayani oleh 636 pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara untuk penyeberangan, tersedia 255 kapal dengan kapasitas 6,1 juta penumpang dan kemampuan mengangkut sekitar 770 ribu kendaraan, yang melayani 15 lintasan penyeberangan di 29 pelabuhan.

AHY juga melaporkan kesiapan sektor penerbangan yang menargetkan pelayanan hingga 7,8 juta penumpang selama periode mudik. Untuk mendukung hal tersebut, disiapkan 378 unit pesawat yang akan beroperasi melalui 257 bandar udara di seluruh Indonesia. 

Sedangkan untuk transportasi kereta api, pemerintah menyiapkan sekitar 3.800 unit kereta dengan dukungan 668 stasiun yang siap melayani mobilitas masyarakat selama musim mudik.

“Kita berharap semua moda transportasi ini dapat beroperasi dengan baik dan tidak terlalu terdampak cuaca sehingga perjalanan masyarakat selama mudik dapat berlangsung aman dan lancar,” kata AHY.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cegah Perundungan, Polda Metro Jaya Luncurkan FKPMS di 11 Sekolah
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kronologi Suami Bunuh Istri Siri di Depok, Bermula dari Pertengkaran Rumah Tangga
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Rusia Sebut Serangan Rudal Ukraina di Bryansk sebagai Kejahatan Perang
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 11 Maret 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Anggota DPR dorong penguatan peran Bhabinkamtibas lewat pelatihan
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.