BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya mengadang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai rapat paripurna perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (10/3/2026).
Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Rafi Priyatna, mengatakan mahasiswa awalnya tidak mengetahui bahwa Dedi Mulyadi menghadiri rapat paripurna tersebut.
“Sebetulnya kami enggak tahu kalau di dalam paripurna tersebut ada Pak Gubernur. Kami baru mengetahui itu di lapangan, sehingga kami cukup antusias karena bisa bertemu langsung dengan beliau,” kata Rafi saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Dedi Mulyadi Diadang Mahasiswa di Bekasi, Dicecar soal Banjir dan Anggaran BUMD
Rafi mengatakan mahasiswa berupaya menyampaikan sejumlah tuntutan secara langsung kepada Dedi Mulyadi.
Namun, ia menilai respons yang diberikan gubernur belum menjawab persoalan yang mereka angkat seperti banjir hingga anggaran BUMD.
Menurut dia, percakapan yang terjadi hanya berlangsung singkat sebelum Dedi Mulyadi meninggalkan lokasi.
"Dia hanya menyampaikan bahwa ‘iya akan ditindaklanjuti’. Tentu kami selaku massa aksi itu kecewa,” ujar Rafi.
Ia menilai sebagai kepala daerah di tingkat provinsi, Dedi seharusnya dapat memberikan penjelasan yang lebih komprehensif terhadap persoalan yang disampaikan mahasiswa.
“Ini kan gubernur, pejabat yang kita pilih untuk menyerap aspirasi masyarakat se-Jawa Barat. Tapi kenapa hanya fokus melakukan konten saja?” kata dia.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bekasi, terutama terkait penanganan banjir.
“Sebagai mahasiswa dan masyarakat kami menilai bahwa wali kota dan jajarannya telah keliru dalam menghadirkan kebijakan,” ujar Rafi.
Ia menyoroti pembangunan folder di sejumlah kecamatan yang sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu solusi penanggulangan banjir.
Baca juga: Istri Penganiaya Pencuri Labu hingga Tewas Minta Keringanan Hukuman, Dedi Mulyadi: Gak Bisa...
Namun, menurutnya, banjir masih terjadi secara masif di sejumlah wilayah, termasuk daerah yang berada di sekitar fasilitas tersebut.
“Hal ini kami duga terjadi karena pemerintah kurang mengkaji terkait bagaimana folder ini berfungsi secara maksimal,” kata dia.
Mahasiswa juga menuntut adanya normalisasi aliran sungai yang dinilai belum dilakukan secara merata di Kota Bekasi.




