Ada 2.706 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Jabodetabek Sepanjang 2025

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, ada lebih dari 2.000 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Polda Metro Jaya (Jabodetabek) sepanjang 2025.

"Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Cukup tinggi sekali ya," ujar Asep saat menghadiri peluncuran Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di SMK Negeri 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Asep mengungkapkan sejumlah kasus yang melibatkan anak di lingkungan sekolah.

Misalnya, ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara pada November 2025 lalu yang dilakukan oleh seorang siswa dan menimbulkan banyak korban luka.

Baca juga: Bareskrim Dalami Kasus Kekerasan Seksual Eks Pelatih Pelatnas Panjat Tebing

Selain itu, ada kasus perundungan di Jakarta Utara yang mengakibatkan cedera serius, kemudian kasus perundungan dan pelecehan terhadap anak di Jakarta Timur.

Sementara, di luar Jakarta, terdapat kasus perundungan di Garut dan di Denpasar.

"Lalu aksi pelemparan bom molotov oleh pelajar di Kubu Raya—bom molotov kemarin juga Jakarta ada itu Agustus itu ya—dan juga serta kejahatan seksual terhadap anak di Tabalong. Wah ini banyak sekali," ungkap Asep.

Di sisi lain, Asep menyebut jumlah tersangka kasus narkoba dari kelompok usia pelajar tidak kalah mengkhawatirkan.

Kondisi tersebut menurut Asep menunjukkan perlindungan terhadap anak di lingkungan pendidikan masih menjadi tantangan serius.

"Rangkaian peristiwa tersebut memberi pesan yang sangat jelas kepada kita semuanya bahwa persoalan keselamatan dan perlindungan anak semakin nyata dan penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial," tutur Asep.

Menyusul hal tersebut, Asep menilai FKPMS berperan penting untuk memperkuat pencegahan, deteksi, dan penyelesaian masalah di lingkungan sekolah. 

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lewat FKPMS, komunikasi dan koordinasi antar unsur sekolah, orangtua, masyarakat, dan kepolisian disebut bisa diperkuat sehingga potensi gangguan dapat dikenali sejak awal.

"Lalu dipetakan dengan baik, dan ditangani secara cepat dan tepat," tambah Kapolda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak dan Cucu Perusahaan
• 4 jam laludisway.id
thumb
Tak Sekadar Bangun Percaya Diri, Public Speaking Jadi Bekal Pelajar Hadapi Dunia Kerja
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Digiroad Hadirkan Layanan Towing Darurat untuk Pemudik, Cuma Rp99 Ribu
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Potret Asia Jadi Korban Perang Arab, Motor Antre Ngular Berjam-Jam
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Julian Alvarez Langsung Bikin Klarifikasi soal Transfernya ke Barcelona usai Bantu Atletico Madrid Hajar Tottenham Hotspur
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.