Sekjen Golkar Beri Masukan ke Purbaya Antisipasi Dampak Perang Iran

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ketua Fraksi Golkar M. Sarmuji. (Dok. Fraksi Golkar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya M. Sarmuji memberikan masukan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar lebih fokus mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Sarmuji menilai eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berpotensi memicu tekanan terhadap perekonomian Indonesia, terutama melalui kenaikan harga energi dan penguatan dolar AS.

"Di tengah situasi sekarang, lebih baik beliau berkonsentrasi memitigasi dampak gejolak ekonomi akibat perang Iran, AS, dan Israel," kata Sarmuji yang juga Ketua Fraksi Golkar DPR itu dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Selasa (10/3/2026).


Baca: Cerita Purbaya Sempat Lemas Bahas Soal Bea Cukai & Pajak Sama Prabowo

Dia menjelaskan, jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik bersamaan dengan penguatan dolar AS, dampaknya terhadap ekonomi nasional akan sangat signifikan.

Menurutnya, kondisi tersebut juga bisa membuat beban subsidi energi pemerintah meningkat. Dengan kuota subsidi BBM yang telah ditetapkan saat ini, kenaikan harga minyak global berpotensi membuat anggaran subsidi membengkak.

"Dengan kuota yang dipatok sekarang, pasti subsidi BBM akan membengkak. Pertanyaannya, kalau subsidi BBM membengkak, apa yang akan dilakukan?," ujarnya.

Sarmuji mengatakan pemerintah pada akhirnya terbatas pada dua pilihan kebijakan, yakni menaikkan harga BBM atau menambah anggaran subsidi untuk menutup kenaikan biaya tersebut.

Dia juga menyoroti potensi dampak penguatan dolar terhadap pembayaran utang luar negeri Indonesia. Menurutnya, utang yang berdenominasi dolar akan menjadi lebih mahal ketika dibayar dengan rupiah jika nilai tukar melemah.

Sebagai konteks, sejak konflik Iran pecah pada awal Maret, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berulang kali melemah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS.

Pada saat yang sama, harga minyak dunia juga sempat melonjak dan menembus level US$100 per barel. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi perekonomian negara pengimpor energi seperti Indonesia.

Atas dasar itu, Sarmuji menilai pemerintah perlu segera menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi tekanan ekonomi global tersebut.


(mfa/mfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Purbaya Ungkap Efek Jika Harga Minyak Dunia Terus Terbang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Exit Tol Bawen Rawan Kecelakaan, Petugas Gabungan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Khusus masa Mudik Lebaran 2026
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
BNI Kucurkan Dividen Jumbo Rp13 Triliun, Perkuat Modal Lewat Buyback Saham
• 14 jam laluterkini.id
thumb
Investasi domestik Sumsel lampaui target hingga 209 persen
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Tegaskan Ketersediaan Pangan Nasional Aman Meski Terdampak Krisis Global
• 7 jam lalunarasi.tv
thumb
Kronologi Suami Siri Bunuh Istri di Depok, Berawal dari Cekcok Berujung Penghilangan Nyawa
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.