Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya menggelar buka puasa bersama pada Selasa (10/3/2026) sore. Kegiatan ini sebagai upaya membangun harmoni antara masyarakat Jepang dan komunitas Muslim di Indonesia.
Takonai Susumu Konsul Jenderal Jepang di Surabaya mengatakan, Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan dan saling memahami antara masyarakat Jepang dengan komunitas Muslim di Indonesia.
Menurutnya, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga perang yang terjadi di Ukraina. Kondisi tersebut, kata dia, membuat nilai-nilai harmoni dan toleransi menjadi semakin penting.
“Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk kembali pada semangat harmoni dan toleransi, nilai luhur yang dijunjung baik oleh Jepang maupun dunia Islam,” terang Takonai dalam keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net pada Rabu (11/3/2026).
Ia menilai semangat tersebut dapat menjadi landasan untuk menghindari konfrontasi sekaligus mendorong kerja sama yang lebih erat antar masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dalam kesempatan itu, Takonai juga menyinggung berbagai program pertukaran yang selama ini dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri Jepang untuk memperkuat hubungan dengan komunitas Muslim di Indonesia.
Sejak 2004, pemerintah Jepang secara rutin mengundang para pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkunjung dan mengenal kehidupan masyarakat di Jepang secara langsung.
“Sekitar 200 peserta sudah mengikuti program ini, termasuk dari Jawa Timur. Banyak di antara para alumninya juga hadir dalam acara hari ini,” katanya.
Selain itu, pemerintah Jepang juga menjalankan program pertukaran generasi muda melalui JENESYS. Program ini membuka kesempatan bagi pemuda, peneliti, dan tokoh Muslim Indonesia untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Jepang.
Ia berharap berbagai inisiatif tersebut dapat memperkuat kepercayaan serta mempererat hubungan persaudaraan antara masyarakat Jepang dan komunitas Muslim di Indonesia.
“Semoga hubungan ini terus berkembang dan membawa manfaat bagi kedua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Najib Kusnanto Ketua Tim Guru Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Jawa Timur, menyampaikan apresiasi atas undangan buka puasa bersama tersebut.
Ia menilai hubungan antara Indonesia dan Jepang selama ini telah memberikan banyak manfaat, khususnya melalui berbagai program kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran budaya.
“Semoga kegiatan seperti ini membawa keberkahan dan semakin mempererat hubungan yang sudah terjalin baik,” kata Najib. (saf/ipg)




