Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah selama periode mudik Idulfitri 2026 dengan menyiapkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari operasi modifikasi cuaca hingga kesiapan posko layanan terpadu di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama periode mudik.
“Menurut BMKG, potensi bencana hidrometeorologi basah masih berada pada kategori menengah hingga tinggi di beberapa wilayah Indonesia,” kata Pratikno dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan persiapan mudik Lebaran di Situation Room, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah pantai selatan Indonesia hingga Sulawesi dan Papua, terutama akibat kemunculan bibit siklon yang memicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Jadi ini yang salah satu yang terus kita antisipasi sehingga periode mudik ini juga berpotensi dalam suasana cuaca yang masih hujan,” ucapnya.
Untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, pemerintah terus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama BMKG.
Baca Juga
- Waspada Saat Mudik, Jawa Barat Masuk 5 Besar KLB Campak Nasional
- Tiket Mudik Gratis Jabar Masih Tersedia 1.012 Kursi, Buruan Daftar!
- AHY: 47.000 Km Jalan Nasional & 3.115 Km Tol Disiagakan untuk Mudik Lebaran 2026
Pratikno mengatakan sejumlah pemerintah provinsi turut mendukung pelaksanaan operasi tersebut.
“Operasi Modifikasi Cuaca itu terus dilangsungkan sesuai dengan kebutuhan. Terima kasih kepada beberapa pemerintah provinsi yang mendukung BMKG dan BNPB dalam melakukan operasi modifikasi cuaca,” katanya.
Selain itu, 191 unit pelaksana teknis (UPT) BMKG disiagakan untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca di berbagai wilayah selama periode mudik.
Dari sisi pengamanan, Kepolisian Negara Republik Indonesia akan menggelar Operasi Ketupat yang berlangsung pada 13–26 Maret 2026.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan posko terpadu lintas kementerian/lembaga, termasuk dukungan dari Tentara Nasional Indonesia, yang akan disebar di berbagai titik jalur mudik untuk melayani masyarakat.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga selama periode Lebaran tetap terjaga.
Untuk mengurangi kepadatan arus mudik, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan seperti flexible working arrangement (FWA) bagi pekerja, pengaturan libur sekolah, serta rekayasa lalu lintas.
Kebijakan tersebut telah dikoordinasikan lintas kementerian, termasuk melalui surat edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Selain itu, pengaturan lalu lintas dan penyeberangan juga telah dituangkan dalam keputusan bersama yang melibatkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, kepolisian, dan PT ASDP Indonesia Ferry.
Untuk mendukung layanan informasi selama mudik, pemerintah menyiapkan 386 posko layanan komunikasi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan 6.850 masjid ramah pemudik yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi para pelancong.
Program tersebut dikoordinasikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dengan dukungan pemerintah daerah, BUMN, dan TNI.
Untuk memastikan keselamatan pemudik, pemerintah menyiapkan sekitar 2.700 pos pelayanan kesehatan di sepanjang jalur mudik.
Di sisi lain, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga disiagakan, terutama di lokasi-lokasi wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran, termasuk kawasan pantai.
Pratikno menegaskan bahwa berbagai langkah tersebut dilakukan agar perjalanan mudik tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, nyaman, dan selamat bagi masyarakat.
“Siaga SAR ini terus diaktifkan, di-standby-kan terutama di daerah-daerah lokasi wisata, apalagi lokasi wisata pantai. Ya kita memberikan perhatian serius, ini sudah dikoordinasikan antara Basarnas, kami dengan juga Kementerian Pariwisata dan juga Kementerian Dalam Negeri,” pungkas Pratikno.





