Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan sebanyak 70 juta orang telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar pemerintah.
Dari program tersebut, ditemukan berbagai masalah kesehatan di sejumlah kelompok usia, termasuk depresi pada anak sekolah.
Hal itu disampaikan Qodari dalam jumpa pers pembaruan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan kesiapan mudik Lebaran di Kantor Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (11/3).
Anak Sekolah Dominan Alami Masalah KebugaranQodari menjelaskan pada kelompok usia anak sekolah, sejumlah masalah kesehatan didominasi oleh gaya hidup dan kebersihan dasar.
"Pada kelompok usia ini (anak sekolah) masalah kesehatan didominasi oleh gaya hidup dan perawatan kebersihan dasar: a) kurangnya kebugaran fisik 60,7%, karies atau karang gigi 47,2%, anemia 27,5%. Dan ini tentu kita perlu jadikan catatan Pak Pratik, d) kesehatan jiwa atau depresi 6,3%," kata Qodari.
Dewasa Banyak Alami Risiko Penyakit JantungSementara pada kelompok usia dewasa, masalah kesehatan paling banyak berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik yang dipicu kurangnya aktivitas fisik.
"Risiko kardiovaskular dan metabolik yang tinggi, risiko stroke akibat masalah kolesterol 44%. Lingkar perut di atas batas normal 31% dan hipertensi atau tekanan darah tinggi 18,1%," papar Qodari.
"Kondisi spesifik, terdapat temuan signifikan pada wanita dewasa di mana 24,8% mengalami anemia," lanjut dia.
Target CKG Capai 200 Juta OrangQodari menambahkan pemerintah menargetkan program CKG menjangkau 200 juta orang sepanjang 2025–2026.
Ia mengatakan hingga Maret 2026 tercatat 13,8 juta orang telah mendaftar mengikuti program tersebut.
"Pada Januari hingga Februari 2026, program CKG telah melayani 10.563.593 orang peserta di 9.543 Puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten kota. Dari jumlah tersebut sebanyak 714.808 peserta atau sekitar 8,6% telah mendapatkan pengobatan. Sementara lebih dari 7,5 juta peserta lainnya masih dalam proses tindak lanjut oleh Kementerian Kesehatan," jelasnya.





