PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyiapkan berbagai program strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Salah satu langkah utama yang disiapkan pada 2026 adalah pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi guna meningkatkan produksi serta menambah sumber daya migas domestik.
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengelola penurunan alami produksi (natural decline) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, pengembangan serta penerapan teknologi peningkatan produksi akan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional, sekaligus membuka potensi sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia,” ujarnya dalam kegiatan Media Engagement Subholding Upstream Pertamina di Jakarta, Selasa (10/3).
Selain pengeboran sumur baru, PHE juga akan melakukan berbagai kegiatan operasional lain pada 2026, antara lain workover sebanyak 1.284 pekerjaan, survei seismik 2D sepanjang 904 kilometer, survei seismik 3D seluas 1.660 kilometer persegi, serta kegiatan well intervention well service (WIWS) hingga 33.000 pekerjaan.
Program tersebut dijalankan untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus memaksimalkan potensi dari lapangan-lapangan yang telah beroperasi. Strategi peningkatan produksi juga dilakukan melalui pengembangan lapangan eksisting (brownfield), pengembangan lapangan baru (greenfield), serta penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) guna meningkatkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah berproduksi.
Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE saat ini mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas di Indonesia dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional. Pada 2025, PHE menyumbang sekitar 65 persen lifting minyak nasional atau sekitar 396 ribu barel per hari (MBOPD) serta 35 persen lifting gas nasional sebesar 1,8 miliar kaki kubik per hari (BCFD).
Sepanjang 2025, produksi migas PHE tercatat mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD) dengan rincian 557 MBOPD minyak dan 2,8 BCFD gas. Selain menjaga kinerja produksi, perusahaan juga mencatat penemuan sumber daya hingga 1 miliar barel setara minyak (BBOE).
Di tengah tantangan industri energi global, PHE juga menjalankan Dual Growth Strategy, yaitu memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus mengembangkan bisnis energi rendah karbon. Langkah ini dilakukan melalui pengembangan teknologi carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS) serta berbagai program dekarbonisasi operasi.
Melalui berbagai program tersebut, PHE menargetkan dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa transisi menuju energi yang lebih bersih.





