Tumbuh 30,4%, Ini Deretan Sektor Penopang Setoran Pajak Februari 2026

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan pertumbuhan penerimaan pajak pada Februari 2026 tembus di atas 30% melanjutkan tren pada bulan sebelumnya.

Tren pertumbuhan itu ditopang oleh kinerja positif 4 sektor utama penerimaan pajak antara lain industri pengolahan, perdagangan, keuangan dan asuransi, serta pertambangan yang menyumbang  74% dari keseluruhan penerimaan pajak Februari 2026 yang mencapai Rp245,1 triliun.

"Pendapatan penerimaan pajak kita secara sektoral empat sektor utama 74% terhadap seluruh penerimaan pajak semua confirmed meningkat," terang Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (11/3/2026). 

Secara rinci, penerimaan pajak dari industri pengolahan sampai dengan 28 Februari 2026 tumbuh 17,7% (yoy) secara bruto, sedangkan secara neto 16,6% (yoy). Nilai penerimaan pajak brutonya yakni Rp100,1 triliun atau 29,7% terhadap total penerimaan.

Dalam paparannya, pertumbuhan pajak sektor manufaktur itu didorong oleh subsektor industri pengolahan tembakau dan barang kimia lainnya karena adanya penjualan sejumlah lini bisnis. 

Kemudian, pajak dari sektor perdagangan tumbuh secara bruto 13,2% (yoy) dari secara neto hingga 121,1% (yoy). Nilai brutonya yakni Rp83,2 triliun atau 24,7% terhadap total penerimaan. Hal ini didorong oleh perdagangan besar khusus dan perdagangan online sejalan dengan tren belanja online.

Baca Juga

  • Setoran Pajak Tumbuh 30,4%, Bea Cukai Anjlok 14,7% pada Februari 2026
  • Ditjen Pajak Targetkan 15,27 Juta SPT, WP yang Lapor Baru 6,69 Juta
  • Rasio Pajak RI Rendah, Tergantung Komoditas, Kepatuhan Formal WP Jadi PR

Selanjutnya, penerimaan pajak dari sektor keuangan dan asuransi tumbuh bruto 4,1% (yoy) secara bruto dan 7,6% (yoy) secara neto. Nilai brutonya mencapai Rp32,4 triliun atau 9,6% terhadap total penerimaan berkat aktivitas penunjang jasa keuangan. 

Lalu, penerimaan dari sektor pertambangan tumbuh paling rendah untuk bruto yakni 1,5% (yoy) dan 11,5% (yoy) untuk neto. Nilai brutonya mencapai Rp33,8 triliun atau berkontribusi 10%. 

Pertumbuhan penerimaan pajak pertambangan didorong oleh migas karena adanya perubahan administrasi setoran PPN DN. "Pertambangan agak lebih sedikit bruto karena ada beberapa perubahan harga [komoditas]," terang Suahasil. 

Dari sisi jenis pajak, keseluruhan tumbuh baik pajak penghasilan (PPh) maupun pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Pertumbuhan tertinggi berada pada PPN dan PPnBM yakni sebesar 97,4% (yoy), atau terkumpul Rp85,9 triliun. 

Suahasil menilai peningkatan setoran PPN dan PPnBM menunjukkan bahwa terjadi aktivitas ekonomi.  

Dengan demikian, secara keseluruhan penerimaan pajak neto Februari 2026 terkumpul Rp245,1 triliun atau Rp57 triliun lebih tinggi dari Februari 2025 yang sebesar Rp188 triliun. "Itu betul-betul cash yang masuk. Karena ada tambahan cash yang masuk belanja negara bisa jadi lebih cepat," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Pesan Prabowo Saat Peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Freya JKT48 Lapor Polisi Soal Dugaan Manipulasi Foto Tak Senonoh
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Percepat Penanggulangan TBC
• 23 jam laludetik.com
thumb
Cerita Menegangkan WNI saat Dievakuasi dari Iran, Kaca KBRI Bergetar Akibat Ledakan
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Mengenal "Mosaic Defense", Rahasia Iran dalam Perang Lawan AS-Israel
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.