Jakarta, tvOnenews.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes menjadi bulan-bulanan warga dan pengamat sepak bola Belanda. Hal ini usai ia melakukan kritik keras atas performa timnya, Ajax Amsterdam.
Ajax harus menelan kekalahan 1-3 saat bertandang ke markas Groningen dalam lanjutan kompetisi liga Belanda. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Euroborg pada akhir pekan lalu itu memperlihatkan performa Ajax yang dinilai jauh dari harapan.
Usai pertandingan tersebut, Maarten Paes mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa tim. Ia menilai para pemain Ajax tidak menunjukkan semangat kolektif yang seharusnya dimiliki sebuah tim.
"Di babak pertama, selain gol itu, tidak banyak yang terjadi, tetapi kami tidak keluar dari ruang ganti dengan perasaan yang kuat," kata Paes dikutip dari Voetbal Primeur.
- Ajax
"Dan setelah skor 2-1, kami tidak menunjukkan apa pun bahwa kami adalah sebuah tim. Itu menyakitkan. Namun, saya lebih dulu introspeksi diri," lanjutnya.
Kiper berusia 26 tahun itu juga menegaskan bahwa sepak bola tidak hanya soal individu, tetapi tentang kekompakan seluruh pemain di lapangan. Menurutnya, sebuah tim harus memiliki semangat saling mendukung dan berjuang satu sama lain.
"Sebuah tim, para pemain yang bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain."
"Sepak bola adalah permainan yang penuh kesalahan, kita semua melakukannya, tetapi setidaknya kita harus menjadi sebuah tim," tegasnya.
- Instagram @maartenpaes
Alih-alih mendapat dukungan pelatih Timnas Suriname asal Belanda, Henk ten Cate. Ia menilai komentar Paes muncul pada waktu yang tidak tepat, terutama ketika situasi tim sedang berada di bawah tekanan.
"Anda tidak bisa mengatakan hal-hal tertentu begitu cepat setelah pertandingan."
"Terutama ketika pelatih berada di bawah tekanan, ketika keadaan tidak berjalan baik, dan Anda masih baru. Itu sama sekali tidak mungkin," kata Ten Cate.
Menurut Ten Cate, kondisi tim yang sedang tidak stabil seharusnya membuat para pemain lebih berhati-hati dalam berbicara kepada publik. Ia menilai pernyataan yang terlalu terbuka justru berpotensi memperkeruh suasana di dalam tim.




