CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling mulia dalam Islam. Malam ini disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena keutamaannya yang besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Banyak ulama, termasuk yang dijelaskan dalam kajian di situs-situs dakwah seperti Muslim.or.id dan berbagai literatur syariah, menerangkan bahwa Rasulullah sangat bersungguh-sungguh beribadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan karena diantara malam-malam tersebut ada satu malam yang menjadi malam turunnya Lailatul Qadar.
Berikut beberapa amalan sunnah yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar beserta dalilnya.
1. Memperbanyak Doa
Doa merupakan amalan utama pada malam Lailatul Qadar. Rasulullah ﷺ bahkan mengajarkan doa khusus ketika seseorang berharap mendapatkan malam tersebut.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Aku bertanya: Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui suatu malam adalah Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?”
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.’ (HR. Tirmidzi no. 3513, Ibnu Majah no. 3850)
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.
Doa ini menjadi salah satu doa yang paling dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir Ramadan.
2. Qiyamul Lail (Salat Malam)
Salat malam termasuk amalan yang sangat dianjurkan ketika mencari Lailatul Qadar.
Rasulullah bersabda:
Qiyamul lail dapat dilakukan dengan berbagai bentuk salat seperti tarawih, tahajud, dan witir. Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Nabi Shallallahu alaiki wasallam bahkan lebih bersungguh-sungguh dalam ibadah malam.
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Rasulullah Shalallahh Ðß apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)
3. I’tikaf di Masjid
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan tujuan beribadah kepada Allah. Amalan ini sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)
Melalui i’tikaf, seorang muslim dapat lebih fokus beribadah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta berdoa tanpa terganggu aktivitas dunia.
4. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Dzikir dan istighfar juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan pada malam Lailatul Qadar. Malam tersebut adalah waktu turunnya rahmat dan ampunan Allah.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)
Para ulama menjelaskan bahwa karena keutamaannya yang besar, seorang muslim dianjurkan memperbanyak berbagai ibadah seperti membaca Al-Qur’an, tasbih, tahmid, takbirl, serta istighfar.
5. Mencari Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasalam menganjurkan umat Islam untuk mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya malam ganjil.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.” (HR. Bukhari no. 2017)
Karena tidak diketahui secara pasti kapan malam tersebut terjadi, para ulama menganjurkan untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir dengan ibadah.
Malam Lailatul Qadar merupakan kesempatan besar bagi seorang muslim untuk mendapatkan ampunan dan pahala yang sangat besar. Dengan memperbanyak doa, salat malam, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta melakukan i’tikaf, seseorang berharap dapat meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Oleh karena itu, sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang sangat berharga untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas ibadah.




