Sekelompok orang menggedor pintu milik para penghuni rumah kos di Jalan Setiabudi, Gang Gereja Karo, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan pada Sabtu (7/3) sekitar pukul 18.42 WIB. Aksi mereka terekam CCTV dan viral di media sosial.
Kepala Lingkungan III, Julina Adhani Harahap, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut sekelompok orang itu menjual obat abate untuk jentik nyamuk guna mencegah malaria dan demam berdarah.
"Mereka ngetok-ngetok pintu dengan alasan mau ngasih obat abate," kata Julina saat dihubungi, Rabu (11/3).
Julina menyebutkan sekelompok orang tersebut terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki yang menjual obat abate dan tidak melakukan pencurian maupun pengancaman.
"Untuk kos-kosan itu enggak ada kehilangan dan enggak ada pengancaman. Cuma video yang beredar itu memang benar," ucap Julina.
Peristiwa itu membuat penghuni rumah kos merasa takut dan tidak nyaman atas kejadian yang menimpa mereka.
"Orang itu (penghuni) kos enggak mau buka pintu. Sudah dua kali kayaknya terjadi. Jadi orang ini pada ketakutan," ujar Julina.
Tidak hanya di satu rumah kos, kata Julina, sekelompok orang tersebut juga berkeliling ke rumah kos lain untuk menawarkan obat abate.
"Iya (indekos lain juga). Ada juga bapak yang bangun rumah di depan, juga ditawarkan. Bapak itu nolak, enggak mau karena enggak butuh," kata Julina.
Julina mengatakan penghuni rumah kos tidak ada yang kehilangan barang berharga. Namun mereka merasa takut untuk keluar dari kamar kos.
"Kalau untuk kehilangan, mereka belum ada kehilangan. Karena mereka ketakutan. Tapi kalau untuk pengancaman belum ada," ujar Julina.
Menurutnya sekelompok orang tersebut bukan berasal dari pemerintah ataupun dari puskesmas. Mereka hanya sekelompok orang yang menjual obat abate dengan berkeliling ke rumah-rumah warga.
"Enggak (resmi). Kalau dari pemerintah kan pasti dari puskesmas," pungkas Julina.





