Telantar di Maroko, "Single Mom" Asal Bekasi Minta Dipulangkan ke Indonesia

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Kisah seorang perempuan asal Kota Bekasi, Lely R (33), viral di media sosial setelah mengunggah permohonan bantuan agar dapat dipulangkan dari Maroko.

Kisah Lely pertama kali ramai setelah diunggah akun Instagram @radar_bekasi. Dalam unggahan tersebut diceritakan bahwa Lely kini berada di penampungan KBRI di Maroko sejak Sabtu, 14 Februari 2026.

Saat dihubungi Kompas.com, Lely mengungkapkan dirinya berangkat ke Maroko untuk bekerja setelah menemukan lowongan pekerjaan luar negeri dari akun Thread @bjulie46_id. Ia tertarik dengan tawaran tersebut karena kondisi ekonomi yang mendesaknya sebagai orang tua tunggal.

Baca juga: Langgar Prosedur Penempatan Pekerja Migran, Kantor PT Panca Banyu Aji Sakti Disegel

“Alasannya karena kondisi ekonomi. Karena saya kan single mom dan menanggung orangtua. Jadi saya merasa gaji di Indonesia enggak seberapa,” ujar Lely kepada Kompas.com, Rabu (11/3/2026).

Setelah melihat lowongan tersebut, Lely kemudian menghubungi akun yang mengunggah informasi pekerjaan itu. Ia lalu diarahkan untuk berkomunikasi dengan seorang pria asal Maroko bernama Yassin untuk wawancara dengan calon majikan pada akhir Desember 2025.

Usai proses wawancara, Lely mendapatkan tiket pada 14 Januari 2026 dengan jadwal keberangkatan pada 18 Januari 2026.

Menurut Lely, sebelumnya ia dijanjikan bahwa seluruh dokumen keperluan kerja akan diurus oleh agen yang dikenalnya melalui media Thread. Dokumen seperti kartu identitas disebut akan dibuat setelah ia tiba di Maroko.

“Dia (agen) bilang memang prosesnya seperti ini. Saya membuat ID di Marokonya ditemani dengan majikan. Cuma dari visanya ini ternyata visa kunjungan 90 hari,” kata Lely.

Pekerjaan tak sesuai janji

Setibanya di Maroko, Lely mengaku terkejut karena pekerjaan yang dijanjikan tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Ia sebelumnya disebut hanya akan bekerja sebagai pengasuh bayi (nanny), namun kenyataannya diminta merangkap sebagai asisten rumah tangga.

Ia juga harus merawat salah satu anak majikan yang berkebutuhan khusus.

“Jadi kerjaan saya kayak lebih dobel. Terus ada cekcoklah dan akhirnya saya dikembalikan ke agen,” kata Lely.

Baca juga: Tak Setuju THR Dipotong Pajak, Pekerja: Enggak Bisa Lihat Warga Senang, Semua Dipajakin

Sekitar sepekan kemudian, ia kembali ditempatkan ke majikan lain. Namun, Lely hanya bekerja selama satu hari karena majikan kedua tersebut mengaku tidak cocok dengan kinerjanya. Setelah itu, ia memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut.

“Saat sampai di terminal saya inisiatif menghubungi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Maroko. Terus saya diarahkan ke Kedubes RI,” ujarnya.

Lely juga mengaku gaji yang diterimanya tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelum keberangkatan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Waktu itu dijanjikan Rp 8 juta, tapi saya terima cuma Rp 5 jutaan,” ucap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rusia Sebut Serangan Rudal Ukraina di Bryansk sebagai Kejahatan Perang
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Polri Perkirakan 143 Juta Orang Bakal Mudik Lebaran Ini
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wakil Bupati Rejang Lebong Tak Jadi Tersangka Usai Kena OTT KPK
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp40.000, Buyback Turut Menguat
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Diskon Tarif Tol Arus Mudik Lebaran 2026
• 11 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.