Pemerintah Prioritaskan Selesaikan Utang KCIC sebelum Bangun Jalur Surabaya

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pembahasan mengenai hal ini telah dilakukan bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan Roeslani.

Pemerintah Prioritaskan Selesaikan Utang KCIC sebelum Bangun Jalur Surabaya

IDXChannel - Pemerintah akan memprioritaskan penyelesaian persoalan utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sebelum melanjutkan rencana pembangunan jalur kereta cepat hingga Surabaya, Jawa Timur.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, proses tersebut berjalan paralel dengan langkah awal restrukturisasi keuangan KCIC.

Baca Juga:
KCIC Serahkan Restrukturisasi Utang Whoosh ke Danantara

Pembahasan mengenai hal ini telah dilakukan bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta pemangku kepentingan lainnya.

"Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata AHY di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Baca Juga:
Begini Persiapan KCIC Pastikan Operasional Whoosh Tetap Aman Selama Musim Hujan

"Namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik baru setelah itu kita kembangkan berikutnya," lanjutnya. 

Baca Juga:
AHY Sebut Mayoritas Masyarakat Mudik Lebaran Pakai Mobil dan Motor, Fokus Infrastruktur Jalan

Menurut AHY, rencana perpanjangan jalur kereta cepat tersebut masih terus dikaji bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar manfaatnya lebih efektif bagi masyarakat.

Dia menjelaskan, jalur yang lebih panjang akan membuat kecepatan kereta cepat lebih optimal. Dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam, manfaatnya akan lebih terasa jika jarak tempuh mencapai 600 hingga 800 kilometer.

Baca Juga:
Jelang Mudik Lebaran 2026, AHY Petakan 2.448 Titik Jalan Rawan Banjir dan Longsor

"Bisa dibayangkan kecepatan 350 km/jam, kalau jaraknya 600 km sampai dengan 800 km itu akan terasa betul kecepatannya, benefit-nya akan lebih dirasakan dibandingkan dengan jarak atau track yang lebih pendek," kata AHY.

"Karena begitu puncak kecepatan, setelah itu dia harus slow down lagi, harus mengurangi kecepatan karena persiapan berhenti di stasiun berikutnya," kata dia.

AHY menilai perpanjangan jalur kereta cepat berpotensi menjadi lompatan besar dalam pembangunan nasional. Jika perjalanan Jakarta–Surabaya dapat ditempuh sekitar tiga jam menggunakan kereta cepat, hal tersebut diyakini akan mengubah peta pembangunan sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur yang dilalui.

"Jadi logikanya di sana, tetapi mengapa ini dikembangkan terus karena akan menjadi game changer, Pak ya, kalau bisa dikatakan kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan sekaligus juga pertumbuhan ekonomi baru bisa kita hadirkan di sepanjang jalur baru tersebut," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Menguat ke 7.484 di Awal Perdagangan, Pasar Cermati Konflik Timur Tengah
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Dirjen Imigrasi Sudah Ditunjuk, Kemenimipas Lanjutkan Seleksi Kepala BPSDM
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
KPPG Dapat Bimtek Penjamah Makanan Program MBG dan Percepatan Penyediaan SLHS
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
DJP Bakal Audit Restitusi Jumbo, SPT Lebih Bayar Juga Diperiksa
• 59 menit lalubisnis.com
thumb
Sang Ayah: Kepergian Vidi Aldiano Menginspirasi Orang untuk Berbuat Baik
• 8 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.