Purbaya Sebut Depresiasi Rupiah Masih Lebih Baik dari Negara Tetangga

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons fluktuasi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level psikologis Rp17 ribu per USD.

Purbaya Sebut Depresiasi Rupiah Masih Lebih Baik dari Negara Tetangga. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons fluktuasi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level psikologis Rp17 ribu per USD. Di tengah tekanan global akibat eskalasi konflik antara Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran, Purbaya menegaskan bahwa kondisi nilai tukar domestik masih dalam batas yang terkendali.

Purbaya menjelaskan bahwa pelemahan rupiah merupakan dampak dari tren penguatan dolar AS secara global, namun posisi Indonesia diklaim masih memiliki daya tahan yang kuat.

Baca Juga:
Purbaya: Selama Fondasi Ekonomi Kita Bagus, Kendalikan Rupiah Lebih Mudah

"Rupiah terdepresiasi secara moderat, sejalan dengan penguatan dolar AS global dan relatif lebih baik dibandingkan banyak negara peers (sebanding). Ini mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia serta koordinasi fiskal-moneter yang kuat," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan data paparan Purbaya, rupiah hanya mengalami depresiasi sebesar 0,3 persen sejak rudal diluncurkan ke Iran pada 28 Februari 2026. Angka ini dinilai jauh lebih stabil jika dibandingkan dengan mata uang negara tetangga di Asia Tenggara pada periode yang sama.

Baca Juga:
Apindo Soroti Inflasi Harga Energi hingga Pelemahan Rupiah Imbas Konflik Timur Tengah

Sebagai perbandingan, Ringgit Malaysia melemah 0,5 persen dan Baht Thailand terdepresiasi lebih dalam hingga 1,6 persen.

"Jadi, kita masih lumayan. Jadi bukan lihat level (kursnya) saja, tetapi kita lihat seberapa besar dampak pelemahannya. Dari situ, posisi kita masih lumayan," kata Purbaya.

Baca Juga:
Ekonom Ramal Nilai Tukar Rupiah Bisa Tembus Rp22 Ribu per USD di Juli 2026

Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS ini juga sempat menceritakan pengalamannya menghadapi kritik tajam dari masyarakat di dunia maya terkait pergerakan nilai tukar.

"Walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang, katanya, 'Hey Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,' tapi kita menilai harus dengan fair (adil). Apa yang terjadi harus dibandingkan juga dengan kondisi seluruh negara di dunia seperti apa," kata dia. 

Meskipun sempat dibuka melemah ke posisi Rp17.001 per USD pada Senin (9/3/2026), rupiah terbukti mampu kembali menguat. Pada Selasa (10/3/2026), nilai tukar ditutup perkasa di level Rp16.864 per dolar AS (menguat 0,50 persen).

Purbaya menekankan bahwa kepercayaan investor global tetap terjaga karena koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid di tanah air.

"Kita masih oke, artinya kita masih dianggap mampu menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik, serta fondasi ekonomi kita yang tangguh," kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oegroseno Soroti Soal Laporan Informasi pada Sidang Praperadilan Lee Kah Hin
• 28 menit lalujpnn.com
thumb
Laporan Media Asing Ungkap Jumlah Korban Ledakan di Bandara Internasional Dubai
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Harga Minyak Tinggi Berpotensi Percepat Program B50 Indonesia
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Freya JKT48 Resmi Laporkan Dugaan Penyalahgunaan AI ke Polres Jakarta Selatan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Memuncak! Iran Siap Perang Habis-Habisan Lawan AS, Simpan Rudal Terbaru? | SAPA PAGI
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.