Aktris Chelsea Olivia mengabarkan, bahwa beberapa waktu lalu ia telah menjalani empat operasi sekaligus. Hal ini ia sampaikan melalui unggahan akun Instagram pribadinya pada 25 Februari 2026.
“Hai guys terimakasih banyak untuk doa-doanya. Sekarang aku masih dalam proses recovery after small surgery “hysteroscopy, Polypectomy, D&C , Endometrial resection”,” tulisnya di unggahan tersebut.
Operasi ini berawal dari gejala menstruasi bulan Januari yang dialami oleh Chelsea. Saat itu, ia merasakan kalau menstruasi terasa lebih sakit dan tidak kunjung berhenti hingga menyentuh waktu dua bulan.
“Rasanya berbeda dari biasanya, lebih sakit dan keramnya jauh lebih kuat. Awalnya aku pikir wajar, mungkin karena kecapekan setelah liburan…Tapi ternyata menstruasi tak berhenti. Sudah 10 hari lalu 2 minggu hingga memasuki 2 bulan,” tulisnya di Instagram Story.
Chelsea Olivia Memeriksakan Dirinya ke Beberapa DokterSetelah kejanggalan tersebut, ia kemudian memeriksakan diri ke dokter obgyn. Awalnya tak ditemukan kejanggalan, sehingga ia hanya diberikan obat hormon.
“Setelah minum obat selama sepuluh hari dan menunggu, ternyata tidak ada perubahan. Badanku makin lemas, perut semakin sakit, dan mood naik turun karena efek obat,” ceritanya.
Ia kemudian berpindah ke beberapa dokter, hingga pada dokter keempat baru ditemukan kejanggalan dalam rahimnya. Meski begitu, dalam unggahan cerita tersebut dirinya tidak mengungkapkan jenis penyakit yang dialaminya.
Penjelasan soal Tindakan Medis yang Dilakukan Chelsea OliviaChelsea menjelaskan kalau ia menjalani tindakan medis, seperti hysteroscopy, Polypectomy, D&C, Endometrial resection.
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes, FICS, FESICOG, tindakan medis yang dilakukan oleh Chelsea umumnya dilakukan untuk pasien dengan polip endometrium.
“Salah satu penyebab terjadinya polip itu kalau ada infeksi atau luka dalam rongga rahim, kemudian dalam proses regenerasi atau perbaikan jaringan, dia berlebihan, akhirnya menonjol. Tanda-tanda itu biasanya bikin pendarahan atau flek-flek di luar waktu haid,” ujarnya kepada kumparanWOMAN.
Melalui pengalaman ini, perempuan berusia 33 tahun ini berpesan agar para perempuan rutin melakukan check up kesehatan reproduksi.
“Buat para perempuan harus rajin check up (pap smear dan check up darah komplit minimal 1 tahun sekali) ini selalu lakukan…dan jika kamu merasa badanmu tidak bersahabat terus menerus ada baiknya langsung cari second opinion ke profesional dan tes hormon,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar perempuan mencatat tanggal awal dan berakhirnya menstruasi. Hal ini akan memudahkan pemeriksaan apabila ada kejanggalan dalam kesehatan reproduksi.
Speedy recovery, Chelsea!





