Kabaharkam: Kami Banyak Tampilkan Kebaikan Polisi, tapi Rating Kalah Sama OTT

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Anggota Fraksi PKB Komisi III DPR, Abdullah, menyoroti peran Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri yang seharusnya bisa lebih optimal.

Hal itu disampaikan Abdullah saat rapat Komisi III DPR bersama Kepala Baharkam Polri, Komjen Karyoto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (11/3).

Awalnya, Abdullah menilai, satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polri yang ada di bawah Baharkam terasa 'lebih humanis' ketika ditempatkan untuk mengamankan demo daripada Brigade Mobil (Brimob).

“Tapi dilematisnya adalah Baharkam ini ujung tombak preventif, sedangkan Brigade Mobil atau Brimob yang memang lebih paramiliteristik atau lebih taktis yang sering dimunculkan ketika terjadi gejolak-gejolak, gerakan demonstrasi, aksi masyarakat,” ujarnya.

Padahal, kata dia, personel yang bertugas menjaga keamanan dalam situasi sosial masyarakat memiliki karakteristik berbeda dengan menghadapi ancaman bersenjata.

“Padahal ketika Sabhara yang ditonjolkan, itu menurut saya, mereka berhadapan dengan orang-orang yang berbeda karakternya, tidak pegang-pegang senjata, tidak ada kendaraan taktis,” ucapnya.

Abdullah menilai Baharkam sebenarnya menjadi wajah kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat. Ia merasa, Baharkam perlu lebih 'dilirik' lagi, sebab polisi tak hanya Reserse Kriminal (Reskrim) yang menindak kejahatan.

“Dengan karakteristik Polri yang sekarang, Baharkam ini nggak dilirik sama sekali. Karena satu, eksposurnya nggak jelas, ya kan? Publik menilai reskrim, publik menilai penegakan hukum dengan cara menangkap itu adalah prestasi Polisi,” kata dia.

Menurut Abdullah, publik selama ini lebih banyak melihat keberhasilan kepolisian dari penangkapan kasus-kasus besar seperti korupsi atau narkotika. Padahal, upaya menjaga keamanan sebelum terjadi kejahatan juga merupakan tugas penting Polri.

“Kadang publik cuma melihat penegakan korupsi-lah, penegakan narkoba-lah, penegakan keamanan di sisi yang sangat penegakan hukum, bukan keamanannya yang ditampilkan,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong penguatan Baharkam agar fungsi pencegahan lebih optimal.

“Saya sangat support sekali ketika Baharkam ini ingin diperkuat karena keadaan sekarang memang hanya apresiasi terkait penegakan hukum ya itu no problem sih, tapi lebih pencegahannya itu memang yang kita perlukan,” tuturnya.

Jawaban Karyoto

Menanggapi hal tersebut, Karyoto mengakui publikasi kinerja kepolisian sebenarnya terus dilakukan oleh Humas Polri. Namun, menurutnya perhatian publik sering kali lebih besar pada peristiwa dramatis dibandingkan kegiatan rutin kepolisian.

“Kemudian dari sisi media memang dari Humas kami di Mabes Polri ini sangat aktif. Selalu menampilkan kebaikan-kebaikan polisi di semua lini. Baik itu Reserse, baik itu Binmas. Hanya saja memang rating-nya kalah Pak kalau hari ini penggerebekan di mana, OTT di mana, kita pasti kalah,” kata Karyoto.

Ia menyebut konten yang menampilkan kinerja positif kepolisian biasanya tidak banyak menarik perhatian publik.

Website-website dari Polri, akun-akun pasti pengunjungnya sedikit. Kecuali kalau ada accident atau insiden yang memalukan, nah itu baru dipenuhi komentar-komentar yang itu. Ini sangat-sangat realistis seperti itu karena orang-orang kita kan lebih suka drama daripada yang realitas,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Quraish Shihab Doakan Presiden Prabowo Tegakkan Keadilan dan Perdamaian
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Megawati Hangestri Akhirnya Ungkap Duet Favorit di Red Sparks, Giovanna Milana atau Vanja Bukilic?
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Cek Besaran Zakat Fitrah 2026: Rp50.000 per Orang atau 2,5 Kg Beras, Kapan Waktu Terbaik Membayar?
• 8 jam laludisway.id
thumb
Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 11 Maret 2026
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Menjajal Tol Japek II Selatan, Jalur Alternatif Mudik Lebaran 2026
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.