Arus mudik Lebaran 2026 akan dimulai dalam beberapa hari ke depan dengan puncak mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026. Berbagai persiapan untuk memperlancar perjalanan pemudik disiapkan, termasuk jalur alternatif.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Mundir, mengatakan jalur alternatif di wilayah Kudus telah siap untuk menyambut pemudik. Jalur itu meliputi beberapa titik.
Pemudik dari arah Semarang dapat melintas melalui Jalan Simpang Empat Jepang-Simpang Tiga Terban-Simpang Tiga Bulungcangkring-Simpang Tiga Pladen kemudian berlanjut ke Jalur Pantura Kudus-Pati.
Kemudian, pemudik yang datang dari arah Kabupaten Pati hendak ke Semarang dapat melintasi Simpang Tiga Terban lalu mengambil arah ke kiri menuju Desa Pladen, Desa Bulungcangkring, Desa Sadang, Desa Hadiwarno lalu menuju ke perempatan Jepang. Dari situ, pemudik mengambil rute ke jalan lingkar ke arah Semarang.
"Pemudik dari arah Pati yang mau ke Semarang bisa lewat jalur alternatif. Dari SPBU Krawang ke barat mengambil arah Desa Hadiwarno menuju ke Pasar Brayung lalu ke arah Semarang," kata Mundir, Rabu (11/3).
Ia menambahkan, pemudik dari arah barat atau Kabupaten Jepara yang hendak ke Kabupaten Pati dapat melalui jalur alternatif. Tepatnya melalui kawasan Universitas Muria Kudus.
"Bisa juga melalui jalur alternatif kawasan UIN Sunan Kudus," terangnya.
Rambu Jalan Telah SiapPemudik juga tidak perlu khawatir akan tersesat. Sejumlah papan penunjuk jalan menuju jalur alternatif telah terpasang.
"Papan rambu-rambu bertuliskan jalur alternatif sudah terpasang. Papan yang kondisinya kusam sudah kami ganti," ujar Mundir.
Begitu juga dengan lampu jalan. Mundir bilang beberapa jalan sudah kembali menyala.
"Satu per satu kami perbaiki. Kami hanya memiliki satu mobil dengan crane untuk melakukan perbaikan LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum)," ujarnya.
Untuk memantau arus mudik, puluhan Closed Circuit Television (CCTV) di Kabupaten Kudus telah berfungsi dengan baik. Area Traffic Control System (ATCS) juga terpasang di dua lokasi yakni di Simpang Pentol dan di kawasan kantor DPRD Kudus.
"Selanjutnya terkait posko mudik rencananya ada tiga. Satu di Alun-alun Simpang Tujuh, satu di SPBU Krawang dan satunya lagi di kawasan Terminal Kudus," ungkap Mundir.
Kondisi Jalan MulusPantauan kumparan jalan di wilayah Kudus yang menjadi jalur alternatif tidak mengalami kerusakan. Dimulai dari Jalan Sentot Prawirodirjo. Ruas jalan ini tidak ada temuan lubang. Dari Jalan Sentot Prawirodirjo ini apabila ke arah selatan akan menuju ke Jalan Lingkar Selatan. Pemudik yang melalui jalur ini bisa ke barat menuju ke Semarang, atau ke timur menuju Kabupaten Pati dan ke selatan menuju Purwodadi.
Pemudik yang datang dari kawasan sekitar RS Mardirahayu maupun GOR Djarum Jati juga dapat melintasi Jalan Kudus-Purwodadi. Melalui jalur ini, pemudik yang hendak ke Semarang dapat mengambil arah barat. Apabila menuju ke Kabupaten Pati mengambil arah timur dan bagi pemudik yang hendak menuju Purwodadi bisa lurus ke arah selatan melewati Kecamatan Undaan.
Jalur alternatif lain yang dapat dilalui yakni melintasi Jalan Lingkar Utara atau kawasan Universitas Muria Kudus (UMK). Jalur alternatif ini dapat dilintasi pemudik yang berjalan dari Kabupaten Jepara menuju Kabupaten Pati. Di ruas jalan ini tidak ditemukan lubang. Namun, pemudik harus berhati-hati mengingat jalur ini merupakan jalur padat karena sering dilewati mahasiswa UMK.
Berlanjut ke jalur alternatif lain, tepatnya di Jalan Conge Ngembalrejo ruas jalan tidak ditemukan lubang. Jalur ini bisa digunakan pemudik yang datang dari Kabupaten Pati menuju Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara.
Di Jalan Conge Ngembalrejo ini telah terpasang papan penunjuk arah. Selain itu juga terpasang papan imbauan untuk berhati-hati. Di kawasan ini padat aktivitas, dikarenakan adanya mobilisasi dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Kudus.
Berlanjut ke Simpang Empat Jepang di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus terpantau tak ada lubang. Namun, akses di jalan ini tergolong ramai. Pemudik harus berhati-hati mengingat jalan tidak terlalu lebar.
Simpang Empat Jepang ini merupakan jalur alternatif bagi pemudik yang melintas dari Kabupaten Pati-Kabupaten Kudus dan ke arah Semarang maupun ke arah Kabupaten Jepara. Di kawasan jalan alternatif ini juga sudah terpasang beberapa penunjuk arah.
Sementara itu dari Kabupaten Kudus menuju ke Jalan Kudus-Pati sudah ada rambu-rambu penunjuk arah. Di papan penunjuk arah juga tertera penunjuk arah menuju jalur alternatif.
Sementara itu, di area Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus sudah didirikan Pos Terpadu Pelayanan Idul Fitri. Pos Terpadu Pelayanan Idul Fitri ini kolaborasi Polres Kudus dengan perusahaan swasta di Kabupaten Kudus.





