BMKG Ingatkan Pemudik: Lebaran 2026 Berpotensi Hujan Lebat di Jawa dan Sulawesi

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • BMKG mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem selama mudik dan balik Lebaran 2026 karena dominasi awan tebal hingga hujan lebat.
  • Kepala BMKG menyampaikan ini pada Raker Komisi V DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026), mengenai prakiraan cuaca.
  • Tiga provinsi prioritas waspada curah hujan sangat tinggi saat Lebaran adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama masa mudik dan balik Lebaran 2026.

Berdasarkan prakiraan terbaru, kondisi cuaca pada hari raya tersebut diprediksi akan didominasi oleh awan tebal hingga hujan dengan intensitas lebat.

Hal itu disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Faisal memaparkan bahwa sepanjang bulan Maret, curah hujan masih akan sering mengguyur wilayah Indonesia.

"Di sini dapat kita lihat bahwa untuk tanggal 11 sampai 20 Maret serta 21 sampai 30 Maret, ini kondisi cuaca diprediksi hujan ringan hingga sedang," ujar Faisal dalam rapat.

Memasuki periode Lebaran 2026, BMKG memberikan catatan khusus bagi para pemudik. Faisal menjelaskan bahwa cuaca pada saat Idul Fitri diprakirakan tidak menentu dengan potensi hujan yang cukup tinggi.

"Pada saat lebaran sendiri, ini diperkirakan didominasi kondisi berawan hingga berpotensi hujan lebat," tuturnya.

Faisal secara spesifik meminta perhatian ekstra untuk tiga provinsi yang diprediksi akan mengalami curah hujan paling tinggi saat Lebaran.

Wilayah-wilayah tersebut merupakan jalur utama yang kerap dipadati oleh pemudik.

Baca Juga: Lebaran 2026: 400 Mal Gelar Diskon 70 Persen, Target Transaksi Tembus Rp53 Triliun

"Kita perlu mewaspadai tiga provinsi yang berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi, yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan," tuturnya.

Kondisi cuaca basah ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga bulan berikutnya. Menurut Faisal, curah hujan pada bulan April mendatang masih berada pada kategori yang patut diantisipasi.

"Pada bulan April umumnya hujan diprediksi pada kategori menengah hingga tinggi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Faisal menjelaskan fluktuasi curah hujan di wilayah selatan Indonesia untuk beberapa waktu ke depan.

"Jadi diperkirakan sampai dengan minggu ini, khusus untuk di Jawa, Bali, Nusa Tenggara itu masih cukup tinggi curah hujannya, dan memasuki minggu depan itu mulai menurun," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Produksi Migas 2025 Tembus 1 Juta Barel Per Hari, PHE Ungkap Strategi di 2026
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Bantai Atalanta 6-1, Joshua Kimmich Puji Mentalitas Bayern Munich di Liga Champions
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Gelombang Pertama Repatriasi, 22 WNI dari Iran Tiba di Indonesia
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Minta Doa dan Dukungan Ulama agar Mampu Atasi Kesulitan
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Sempat Dirawat di RS, Piche Kota Resmi Ditahan Terkait Kasus Pemerkosaan
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.