Perkuat Rantai Pasok Global, Kemenperin Fasilitasi IKM Kriya di Home InStyle 2026

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Industri kerajinan memiliki nilai tambah tinggi melalui kreativitas dan warisan lokal.

Perkuat Rantai Pasok Global, Kemenperin Fasilitasi IKM Kriya di Home InStyle 2026

IDXChannel - Industri kerajinan nasional terus menunjukkan taringnya di pasar internasional.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat pertumbuhan ekspor kriya yang signifikan, memperkokoh posisi sektor ini sebagai salah satu penopang ekonomi sekaligus duta budaya Indonesia di kancah global.

Baca Juga:
Kemenperin Dorong 342 Galangan Kapal Dukung Logistik, Manufaktur Tumbuh 5,30 Persen di 2025

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, industri kerajinan memiliki nilai tambah tinggi melalui kreativitas dan warisan lokal.

"Industri kerajinan tidak hanya menjadi penopang ekonomi masyarakat, tetapi juga wajah budaya kita di pasar dunia," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta (11/3/2026).

Baca Juga:
Kemenperin Dorong Industri Perhiasan Nasional Masuk Ekosistem Bank Bullion

Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) memfasilitasi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk berpartisipasi dalam ajang Home InStyle yang akan di selenggarakan pada 27-30 April 2026 di Hong Kong.

Pameran internasional ini menjadi platform strategis yang mempertemukan produsen lokal dengan ribuan buyer dari ratusan negara.

Baca Juga:
Kemenperin Tingkatkan Standar Kualitas Emas Demi Pacu Daya Saing Industri Perhiasan

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menambahkan, pemerintah terus mendorong IKM agar terintegrasi dalam rantai pasok global melalui inovasi desain dan kualitas produk.

Langkah ini penting untuk menjaga tren positif ekspor kriya yang terus menguat dari tahun ke tahun.

Dalam ajang tersebut, terpilih tiga IKM yang telah melewati proses kurasi ketat untuk menampilkan keunggulan karakter kriya nasional, yaitu Manamu dengan tenun kawat baja khas Sumba Timur, Kampoeng Anyaman melalui produk daun pandan berkelanjutan, serta Koto Batu yang mengusung perhiasan batu mulia alami.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menjelaskan, partisipasi ini mengusung konsep Create, Connect, Catalyze (3C).

"Fokus utamanya adalah memperluas jejaring kemitraan internasional agar produk lokal mampu naik kelas dan bersaing secara kompetitif di pasar dunia," kata Dickie.

(Sheqilla Sukma)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
50 Ribuan Jemaah Umrah RI Masih di Saudi, 14.115 Berpotensi Tertahan
• 2 jam laludetik.com
thumb
Bank Mandiri Taspen Dorong Nasabah Pensiunan Tetap Produktif
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Diskon Tarif Tol Arus Mudik Lebaran 2026
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Perkuat Rantai Pasok Global, Kemenperin Fasilitasi IKM Kriya di Home InStyle 2026
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo: Indonesia Tak Ikut Campur Urusan Dalam Negeri Negara Lain
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.