PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan melaporkan pendapatan bersih mencapai Rp 18,3 triliun pada 2025, meningkat 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja ditopang oleh pertumbuhan transaksi di berbagai lini bisnis serta peningkatan jumlah pengguna dalam ekosistem perusahaan.
Pada kuartal IV 2025, GoTo membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5 triliun, naik 19 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, perusahaan juga mencatat EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp 672 miliar.
Sepanjang tahun 2025, EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 2 triliun, melampaui pedoman kinerja perusahaan yang sebelumnya dipatok pada kisaran Rp 1,8 triliun hingga Rp 1,9 triliun.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan perusahaan mencatat kinerja kuat sepanjang tahun seiring peningkatan transaksi dalam ekosistem digital GoTo.
"Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp 3,2-3,4 triliun," jelas Hans, dalam keterangannya, Rabu (11/3).
Dari sisi transaksi, Gross Transaction Value (GTV) inti GoTo sepanjang 2025 mencapai Rp 400 triliun, meningkat 49 persen secara tahunan. Pada kuartal IV 2025, GTV inti tercatat Rp 124 triliun, tumbuh 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah pengguna yang bertransaksi tahunan (Annual Transacting Users/ATU) juga meningkat menjadi 66 juta pengguna, atau naik 24 persen secara tahunan.
Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menyebut peningkatan kinerja perusahaan mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan yang disertai disiplin pengelolaan biaya.
"Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif," katanya.
Simon juga melanjutkan perusahaan mencatat peningkatan arus kas bebas yang disesuaikan positif.
"Kinerja setahun penuh ini juga menjadi fondasi solid untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026," sambung Simon.
Dari sisi lini bisnis, segmen Financial Technology (Fintech) mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 226 miliar pada kuartal IV 2025 dan Rp 497 miliar sepanjang tahun.
Sementara itu, segmen On-Demand Services membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 415 miliar pada kuartal IV, meningkat 55 persen secara tahunan, serta Rp 1,4 triliun sepanjang 2025, atau melonjak 105 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun pada sektor e-commerce, perusahaan mencatat imbal jasa sebesar Rp 193 miliar pada kuartal IV dengan total Rp 820 miliar sepanjang tahun 2025.
Ke depan, GoTo memperkirakan pertumbuhan profitabilitas bakal berlanjut pada 2026, terutama dari bisnis layanan keuangan digital dan layanan on-demand.





