Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan tergesa-gesa mengubah struktur APBN meski harga minyak dunia melonjak. Karena setiap penyesuaian anggaran harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Pemerintah masih harus memastikan terlebih dahulu pergerakan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan. Jika kenaikan harga berlangsung konsisten selama satu bulan, barulah pemerintah akan menyiapkan langkah antisipasi.
"Jadi kita harus pastikan. Betul nggak naik, betul nggak turun. Ketika berapa minggu naik, ya udah kita bisa antisipasi naik. Kalau ini kan naik, tiba-tiba turun lagi. Kalau kita antisipasi naik tahu-tahu turun, kan kita mesti ubah lagi. Repot kan?" sebut Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (11/3).
Ia kembali menekankan sikap kehati-hatian dalam merevisi APBN, karena proses tersebut tidak bisa dilakukan secara cepat seperti pergerakan di pasar modal.
"Jadi menetapkan respons APBN itu lebih hati-hati dibandingkan dengan respons gerakan saham. Nggak seperti itu kita me-manage anggaran, nggak bisa sekarang begini, besok berubah lagi. Capek lah gua kerjanya ubah anggaran terus. Kita mau pastikan bagaimana gerakannya? Kalau sudah pasti, baru kita adjust," ujar Purbaya.
Baca Juga: Bahlil dan Purbaya Kompak, Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi hingga Idulfitri
Hingga saat ini, evaluasi selama satu bulan dinilai sudah cukup untuk melihat pergerakan harga minyak dunia.
"Cukup lah. Sekarang aja berubah-ubah kan? Kemarin berapa US$ 100, US$ 120, sekarang ini US$ 90, kalau nanti ternyata turun lagi gimana, kan berubah-ubah terus. Kita nanti tebak path arahnya seperti apa, kalau udah pasti kita antisipasi," pungkasnya.





