Dirut PAM Jaya Heran Ada Gedung Pemerintah Pakai Air Tanah untuk Efisiensi

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Direktur Utama PT PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyoroti masih adanya gedung perkantoran yang memilih menggunakan air tanah dengan alasan efisiensi biaya.

Padahal, penggunaan air tanah secara berlebihan dapat mempercepat penurunan permukaan tanah di Jakarta.

Arief mengaku prihatin karena salah satu kantor pemerintahan bahkan sempat menyarankan penggunaan air tanah untuk menghemat biaya dibandingkan menggunakan layanan air perpipaan dari PAM Jaya.

“Saya juga agak-agak miris, ada kantor pemerintahan, saya tidak perlu sebutkan pemerintahannya bukan DKI, kok bisa ngetwit, mau efisiensi pakainya jangan PAM, pakai air tanah,” ucap Arief dalam diskusi bersama media di Press Room Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, PAM Jaya Akan Produksi Air Minum Kemasan Tetra Pak

Menurut dia, pandangan tersebut justru keliru karena penggunaan air tanah juga membutuhkan biaya besar, terutama untuk operasional pompa listrik.

Selain itu, eksploitasi air tanah secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak lingkungan yang serius, salah satunya mempercepat penurunan muka tanah di sejumlah wilayah Jakarta.

“Dia lupa bayar listriknya berapa, kan itu pakai pompa,” lanjut Arief.

Arief menjelaskan fenomena penurunan tanah sudah mulai terjadi di beberapa kawasan, terutama di wilayah pesisir Jakarta.

Karena itu, PAM Jaya mendorong perluasan kebijakan zona bebas air tanah, khususnya di kawasan yang sudah terlayani jaringan air perpipaan.

Ia menegaskan gedung-gedung tinggi maupun perkantoran yang sudah mendapatkan pasokan air dari PAM Jaya seharusnya tidak lagi menggunakan air tanah.

“Kalau sudah ada layanan air perpipaan, sebaiknya tidak lagi menggunakan air tanah,” kata Arief.

Baca juga: Tak Perlu Bongkar Pipa, PAM Jaya Gunakan Gel untuk Tutup Kebocoran Air

Menurut dia, kebijakan tersebut juga perlu didukung dengan penegakan aturan oleh pemerintah daerah agar penggunaan air tanah bisa dikendalikan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Saya lagi mengimbau tapi harapannya nanti mungkin bisa dikuatkan sama Pemprov dan kemudian mungkin lewat juga legislatif,” tutur Arief.

Saat ini, cakupan layanan air perpipaan PAM Jaya di Jakarta disebut telah mencapai sekitar 80 persen dan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses air bersih dari jaringan perpipaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reza Artamevia Angkat Bicara Soal Kabar Kedekatan Zahwa Massaid dengan Jefri Nichol
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Habiburokhman ke Jaksa Soal Kasus Fandi: Kenapa Beda dengan Sikap Jaksa Agung?
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Tomas Trucha Sebut Beberapa Pemain PSM Layak Diberi Kesempatan di Timnas Indonesia
• 12 jam lalubola.com
thumb
KCI Terbitkan KMT Edisi Bank Syariah Nasional, Dijual Seharga Rp40.000 Mulai April 2026
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Konflik AS-Israel vs Iran Memanas, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.