KKP Apresiasi Penyelamatan 34 Ekor Paus Pilot di Rote

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyelamatan 34 ekor paus pilot yang terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Penyelamatan ini menandakan  kepedulian terhadap keberlangsungan hidup biota dilindungi.

"Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga kelestarian biota laut yang dilindungi sekaligus memastikan penanganan satwa laut dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Koswara dalam siaran pers pada Rabu (11/3/2026).

Ia menuturkan, dari total sekitar 55 ekor paus pilot yang terdampar, sebanyak 34 ekor berhasil digiring kembali ke laut. Adapun 21 ekor yang terdiri atas 8 jantan dan 13 betina, ditemukan dalam kondisi mati. Setelah diidentifikasi lebih lanjut paus yang mati tersebut 4 anakan dan 17 dewasa. 

Selanjutnya, tim melakukan identifikasi dan pengukuran serta nekropsi terhadap paus yang mati untuk keperluan pencatatan serta kajian ilmiah dan analisis lebih lanjut. Hal ini untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

Mamalia laut tersebut merupakan paus pilot sirip pendek atau Short-finned Pilot Whale (Globicephala macrorhynchus). Spesies ini termasuk dalam daftar biota laut dilindungi. Khusus paus yang mati, ukuran paling besar mencapai 5,1 meter dengan jenis kelamin jantan. Terkecil  sekitar 2,4 meter.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam penanganan paus terdampar. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci penting dalam menangani peristiwa terdamparnya mamalia laut secara efektif.

Dipicu banyak faktor

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang Imam Fauzi menambahkan, peristiwa paus terdampar secara massal merupakan fenomena yang dapat dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya ikatan sosial kuat antar individu paus, gangguan sistem navigasi akibat kebisingan di laut, kondisi pantai yang landai, serta faktor kesehatan dan lingkungan. 

"Penyebab pasti kejadian ini masih memerlukan kajian lebih lanjut melalui analisis ilmiah yang komprehensif," ucap Imam.

Seperti diberitakan sebelumnya, koloni paus itu terdampar pada Senin (9/3) lalu. Melihat pergerakan paus ke pesisir, warga setempat dan sejumlah aparat berusaha menghalau. Paus terus bergerak ke darat hingga terdampar.

Kepala Polsek Rote Barat Daya Inspektur Dua Subur Gunawan, menjelaskan, proses penyelamatan berlangsung cukup lama. Paus harus diarahkan secara perlahan agar tidak kembali ke perairan dangkal. 

Serial Artikel

”Sonde” Bisa Berpaling dari Rote

Rote Ndao punya nyaris segalanya yang memanjakan mata, dari laut biru hingga senja jingga. Kendati banyak destinasi tersembunyi, ”healing” terasa paripurna di sana.

Baca Artikel

Dengan menggunakan perahu nelayan dan peralatan seadanya, aparat kepolisian bersama masyarakat berupaya menggiring kawanan paus menuju laut lepas.

Menurut dia, upaya tersebut memerlukan kesabaran dan koordinasi yang baik antara aparat dan masyarakat. “Hampir tiga jam proses penyelamatan dengan cara menggiring kawanan paus ini hingga mencapai titik aman di perairan yang lebih dalam,” jelasnya.

Kapolres Rote Ndao Ajun Komisaris Besar Mardiono mengapresiasi peran aktif masyarakat, khususnya para nelayan, yang turut membantu upaya penyelamatan satwa laut dilindungi tersebut. Inilah penyelamatan satwa terbanyak yang pernah dilakukannya di daerah itu.

“Kami berterima kasih kepada para nelayan yang telah membantu proses penyelamatan kawanan paus hari ini. Masyarakat juga memiliki kepedulian terhadap paus pilot yang merupakan satwa dilindungi sehingga berpartisipasi aktif dalam upaya penyelamatan,” ujarnya.

Kawanan paus tersebut terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur pada Selasa (10/3/2026).

Serial Artikel

Puluhan Ekor Paus Terdampar di Rote, 21 Mati dan 34 Diselamatkan

Dengan menggunakan perahu nelayan dan peralatan seadanya, aparat gabungan bersama masyarakat berupaya menggiring kawanan paus menuju laut lepas.

Baca Artikel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Misteri Hilangnya Benjamin Netanyahu: Rumor Tewas Kena Rudal Iran vs Klarifikasi Resmi Israel
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Program Donasi Pegawai PLN, 2.533 Rumah Keluarga Prasejahtera Kini Nikmati Listrik Gratis
• 2 jam laludisway.id
thumb
Microsleep saat Mudik Lebaran: Ancaman yang Datang Tanpa Disadari
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pacari Pria 25 Tahun Lebih Muda, Olla Ramlan Tenang: yang Penting Orang Tua Tristan Lebih Tua dari Saya
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Arus Mudik Jabar
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.