ANGGOTA Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dari Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, menyampaikan dukungannya terhadap langkah pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap stabil hingga periode Lebaran.
Beniyanto menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang baik dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Khususnya untuk membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan energi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Kami di Komisi XII DPR RI pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam menjaga stabilitas harga energi, khususnya BBM subsidi. Upaya ini penting untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat di tengah dinamika harga energi global,” ujar Beniyanto dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Rabu (11/3).
Baca juga : Konflik AS vs Venezuela tidak Ganggu Pasokan BBM Indonesia
Ia menjelaskan bahwa saat ini pasar energi global tengah menghadapi tekanan kenaikan harga minyak. Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak dunia bahkan telah menyentuh di atas US$100 per barel, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang turut memengaruhi stabilitas pasar energi internasional.
Menurut Beniyanto, di tengah situasi global tersebut, berbagai langkah penguatan ketahanan energi nasional juga perlu terus didorong, termasuk melalui pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri.
Ia menyambut baik arahan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan energi domestik, salah satunya melalui penguatan program mandatori biodiesel hingga B50.
"Kami melihat upaya mendorong pemanfaatan energi domestik seperti program biodiesel B50 merupakan langkah yang positif dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Selain berpotensi mengurangi ketergantungan impor BBM, kebijakan ini juga dapat memberikan nilai tambah bagi sektor perkebunan nasional,” tambahnya.
Beniyanto berharap koordinasi antara pemerintah, BUMN energi, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor energi dapat terus diperkuat agar sistem pasokan energi nasional tetap terjaga dan mampu menghadapi berbagai dinamika energi global ke depan. (E-4)





