JAKARTA, KOMPAS.com - Sudirman (28), pembunuh pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman, merupakan seorang pencuri yang sudah sering beraksi di sekitar wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengatakan, aksi pencurian yang dilakukan Sudirman sebelumnya beberapa kali diketahui oleh warga. Namun, pelaku selalu berhasil melarikan diri dengan membawa barang curian.
“Tersangka ini sudah melakukan kejahatan pencurian yang sama, yang mirip dengan kejadian di TKP terakhir, itu di beberapa tempat,” ungkap Iman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: 4 Lapangan Padel di Jakarta Utara Disegel karena Belum Ada Izin
Barang yang dicuri Sudirman pun beragam, mulai dari rokok di warung hingga ponsel dan laptop dari rumah korban.
Iman menjelaskan, linggis yang digunakan Sudirman untuk membunuh Ermanto didapat dari sebuah kedai bunga di wilayah Kalimalang.
“Yang bersangkutan mengambil linggis, gunting, pisau. Itu dua tiga hari sebelumnya, kemudian juga dia melakukan pencurian dan terpergok sama pemilik rumah, hanya kabur si tersangka ini,” jelas Iman.
Sudirman melakukan aksi pencurian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjual barang hasil curiannya.
Salah satu ponsel serta perhiasan yang diambil dari rumah Ermanto bahkan sudah sempat dijual sebelum pelaku ditangkap polisi.
Baca juga: Ojol Padati Jalan di Cibubur Sejak Subuh demi THR Rp400.000, Ternyata Hoaks
“Jadi memang melihat dari background kebutuhan ekonomi yang sangat mendesak itu yang mendorong melakukan perbuatannya,” kata dia.
Pada hari kejadian, rumah Ermanto dipilih karena ukurannya paling besar dibandingkan rumah lainnya di sekitar lokasi.
Dari rumah tersebut, pelaku membawa kabur dua unit ponsel, perhiasan, sebuah laptop, serta tas yang berisi kunci mobil.
Aksi yang menyebabkan Ermanto tewas dan istrinya terluka disebut terjadi secara spontan karena pelaku kaget dan panik saat aksinya diketahui.
“Tersangka kaget. Jadi tersangka spontan memukulkan linggis yang sebelumnya digunakan untuk mencongkel jendela tersebut,” jelas Iman.
Sebelumnya diberitakan, Ermanto dan istrinya, Pasmilawati (60), diduga menjadi korban perampokan disertai penganiayaan yang berujung maut pada Senin (2/3/2026).
Baca juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Bekasi, Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan dugaan sementara mengarah pada tindak perampokan, meski motif pastinya masih dalam penyelidikan.
Saat ditemukan, Ermanto berada di atas kasur dalam kondisi bersimbah darah, sementara Pasmilawati tergeletak di lantai kamar.
Ermanto meninggal dunia di lokasi, sedangkan istrinya dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pemeriksaan awal medis menunjukkan keduanya mengalami luka akibat pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




