Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Bojonegoro
Sebanyak 200 unit becak listrik berwarna merah berjajar rapi memenuhi Pendopo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kendaraan ramah lingkungan tersebut merupakan bantuan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang diperuntukkan bagi para penarik becak lanjut usia (lansia) di wilayah tersebut.
Program ini menjadi wujud nyata perhatian Kepala Negara terhadap pekerja sektor informal yang selama ini mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah. Dengan adanya becak listrik ini, para pengayuh becak diharapkan dapat bekerja lebih ringan tanpa harus terkuras energinya di usia senja.
Yanto, salah satu penarik becak berusia 69 tahun, mengaku sangat bersyukur atas bantuan ini. Baginya, teknologi motor listrik pada becak tersebut akan sangat memudahkan aktivitasnya sehari-hari jika dibandingkan dengan becak kayuh konvensional yang digunakannya selama ini.
"Becak listrik ini rasanya enak, tidak goyang. Tidak susah seperti becak kayuh. Jadi, terima kasih banyak Pak Prabowo atas bantuan becak listriknya," ujar Yanto dalam keterangan yang diterima, Rabu 11 Maret 2026.
Kegembiraan serupa dirasakan oleh Muryaji (67), yang telah menekuni profesi sebagai penarik becak sejak tahun 1976. Mengingat penghasilannya yang tidak menentu, seringkali hanya mengantongi Rp30.000 per hari, mendapatkan kendaraan baru secara gratis merupakan hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Ia merasa terharu karena bantuan tersebut datang langsung dari Presiden. Muryaji pun memanjatkan doa terbaik untuk kesuksesan pemerintahan saat ini dalam menyejahterakan rakyat kecil.
"Alhamdulillah sudah diberi becak oleh Pak Prabowo. Semoga Pak Prabowo bisa panjang umur, bisa sukses apa yang dicita-citakan," ungkap Muryaji.
Becak-becak listrik yang masih tampak baru dengan bangku terbungkus plastik ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan taraf hidup para penarik becak di Bojonegoro. Melalui modernisasi alat kerja ini, pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan kemudahan bagi masyarakat di lapisan terbawah.
Editor: Redaksi TVRINews





