Presiden Prabowo yakin swasembada energi Indonesia bisa dapat dicapai dalam beberapa tahun lagi. Ia yakin, dalam 4 tahun Indonesia bisa mencapai swasembada energi.
Untuk mencapai hal tersebut, Prabowo menyebut diperlukan akselerasi lewat berbagai energi alternatif.
“Kita sudah punya rencana swasembada pangan, alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita sudah punya niat swasembada energi yang rencana kita yakin kita akan tercapai dalam 4 tahun lagi, tapi ini memaksa kita akselerasi, kita harus percepat, kita punya banyak alternatif,” kata Prabowo dalam Tasyakuran 1 Tahun Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3).
Terkait alternatif bahan energi yang dimaksud Prabowo, ia menyebut Indonesia memiliki beberapa komoditas seperti kelapa sawit, tebu sampai geothermal. Dengan begitu, Prabowo yakin persoalan energi bisa diatasi.
“Kita yakin bahwa kita atasi masalah ini banyak negara dalam kondisi lebih menyedihkan daripada kita, kita punya kelapa sawit yang sangat banyak, kita punya nanti singkong yang cukup kita bisa dapat BBM dari jagung dari tebu, kita punya geothermal yang sangat besar, kalau tidak salah kedua cadangan terbesar di dunia,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung soal energi yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) seperti tenaga surya atau sinar matahari. Terkait hal itu, Prabowo juga berencana untuk membangun pembangkit dengan kapasitas hingga 100 megawatt (MW) dari EBT.
“Kita akan melaksanakan listrifikasi energi terbarukan dari tenaga surya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 megawatt itu sudah perintah saya itu sudah keputusan saya,” kata Prabowo.





