Bisnis.com, JAKARTA — Hasan Fawzi resmi ditetapkan sebagai Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasan menggantikan Inarno Djajadi yang mengundurkan diri.
Saat ini Hasan menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Dia juga dipercaya sebagai Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Berdasarkan catatan Bisnis, kekosongan kursi pejabat OJK terjadi pada 30 Januari 2026.
Saat itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan pengunduran diri bersama dengan Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) IB Aditya Jayaantara.
Mahendra Siregar menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan bagi institusi OJK.
Selang beberapa jam pada hari yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya.
"Proses pengunduran diri ini tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional," tulis OJK dalam keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).
Hasan Fawzi bukan sosok baru di sektor pasar modal. Hasan lahir di Purwakarta pada 27 April 1970. Dirinya meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung pada 1993.
Pendidikan pascasarjananya ditempuh dengan meraih gelar Master of Business Administration dari Université Pierre Mendès France Grenoble. Hasan kemudian memperoleh gelar Magister Manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2008.
Karier profesionalnya dimulai di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem pada 1993 hingga 1997. Dia kemudian bergabung dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi pada 1997 hingga 2008.
Hasan selanjutnya menjabat Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia pada 2008 hingga 2012. Dia kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia selama dua periode, yakni 2012 hingga 2015 dan 2015 hingga 2018. Setelah itu, Hasan menjabat Direktur Pengembangan di Bursa Efek Indonesia pada 2018 hingga 2022.
Sebelum bergabung sebagai pimpinan di OJK, Hasan juga tercatat pernah menjabat Komisaris Utama PT PEFINDO Biro Kredit pada 2022 hingga 2023. Ia juga menjabat Komisaris Utama dan Independen PT RHB Sekuritas Indonesia pada periode yang sama. Selain itu, ia menjadi Komisaris Independen PT Merdeka Battery Materials Tbk pada 2023.





